01 December 2022, 13:24 WIB

Bapanas Ngotot Impor Beras, Ekonom IPB: Mau Musim Panen Bos! 


mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist/Kementan
 Ist/Kementan
Ekonom PB University Prima Gandhi. 

EKONOM IPB University Prima Gandhi heran dengan getolnya wacana impor yang digaungkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog. Gandhi menegaskan bahwa stok beras nasional sejatinya aman dan mencukupi. 

"Aman. Gak perlu impor," kata Gandhi ketika dihubungi awak media, Senin (1/12). 

Gandhi lantas menyitir data terbaru BPS terkait luas panen dan produksi padi. Merujuk data BPS Oktober 2022, total luas panen padi 2022 diperkirakan mencapai 10,61 juta hektare atau naik 1,87% dari 2021.

Dari luas panen tersebut, diperkirakan total produksi padi mencapai 55,67 juta ton gabah, meningkat 2,31% dari 2021. 

"Jika dikonversi, produksi beras diproyeksi mencapai 32,07 juta ton, meningkat 2,29% dari produksi tahun lalu," beber dia. 

Gandhi menjelaskan, dengan konsumsi beras nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan, maka produksi beras dalam negeri tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, bahkan surplus. Tercukupi," tegasnya.

Dia lantas mengingatkan Bapanas untuk peduli terhadap para petani. Menurut Gandhi, jika mereka ngotot untuk impor beras, maka nasib hasil panen petani bisa terancam. 

Baca juga: Stok Padi Capai 1,5 Juta Ton, BPTP Pastikan Wilayah Jawa Barat Aman

"Akhir Desember dan awal Januari itu musim panen. Kalau beras impor masuk, nasib panen petani gimana? Ini mau musim panen bos," ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, mantan aktivis sejumlah organisasi mahasiswa itu juga berujar terkait sengkarut data Bapanas versus Kementan. Gandhi meminta Bapanas lebih jeli dan cermat. 

"Satu data. Sudah jelas rujukannya BPS. Jadi tidak tumpang tindih," pungkasnya. (RO/OL-090)

BERITA TERKAIT