27 November 2022, 02:07 WIB

Hadapi Resesi, Ekonom Islam Sebut Indonesia Bisa Belajar dari Kisah Nabi Yusuf AS di Mesir


Putra Ananda | Ekonomi

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Ekonom dari IAEI Munifah Syanwani saat menerima gelar Doktor

ANCAMAN serta dampak resesi ekonomi global yang diprediksi terjadi pada 2023 perlu diwaspadai oleh setiap negara tidak terkecuali Indonesia. Ekonom dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Munifah Syanwani menjelaskan keseimbangan produksi dan tingginya konsumsi rumah tangga menjadi pondasi pertumbuhan ekonomi dalam negeri hadapi resesi.

"Melihat kondisi ekonomi dalam negeri saya optimis situasi ekonomi Indonesia tetap terkendali," ungkap Munifah dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/11).

Munifah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) itu menjelaskan Indonesia bisa belajar dari kisah Nabi Yusuf AS dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi di Mesir. Kala itu Mesir mampu menghadapi resesi dengan mengantisipasi tanda dan gejala resesi sejak awal.

"Pada zaman Nabi Yusuf itu pun telah terjadi resesi ekonomi dan jauh sebelum terjadinya resesi ekonomi, Nabi Yusuf dan kaumnya pun telah membaca dan mengenali informasi tanda terjadinya resesi," ujarnya.

Berbekal informasi tersebut, Mesir akhirnya memilih untuk mempersiapkan diri dan bekal di masa depan untuk hadapi resesi. Memperbanyak produksi dalam negeri dengan bercocok tanam di lahan subur, menghemat pengeluaran negara dengan tidak berfoya-foya. Serta menyimpan cadangan produksi untuk kebutuhan resesi yang sebelumnya telah diprediksikan,

Baca juga : Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro serta Contoh

"Saya pikir, kisah Nab Yusuf itu cukup sebagai gambaran bagaimana ekonomi Islam menghadapi terjadinya resesi di masa mendatang. Namun demikian Insya Allah Indonesia tetap terkendali," ungkapnya.

Munifah merupakan lulusan terbaik Doktor Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Dirinya bersyukur di tengah kesibukannya mampu menyelesaikan studinya dengan predikat cumlaude.

“Kalau kita pikirkan mau dapat nilai berapa dan kapan harus selesainya, rasanya capai dan lelah sekali ya. Bagi saya yang ada dijalani dan dinikmati saja serta yang paling penting disyukuri, itu cukup membantu dalam proses menjalani perkuliahan khususnya di S3 ini,” tuturnya.

Munifah juga aktif memperjuangkan ekonomi kaum perempuan di bidang UMKM. Dirinya penggagas Gerakan Sejuta Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM bekerja sama dengan Kementerian Perekonomian RI, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Kemenkop UKM dan BPJPH Kementerian Agama. (OL-7)

BERITA TERKAIT