26 November 2022, 19:54 WIB

Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro serta Contoh


Meilani Teniwut | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi.

DALAM dunia ekonomi, ada banyak banyak istilah yang harus dipahami agar bisa tahu perbedaan juga maknanya, apakah kalian tahu perbedaan ekonomi mikro dan makro seperti apa? Apalagi dari segi ilmu pengetahuan, semua dibagi menjadi bagian-bagian yang berbeda sehingga lebih mudah untuk dipahami.

Begitu pun dengan kegiatan ekonomi yang dibagi menjadi ekonomi mikro dan makro. Secara spesifik Anda dibutuhkan untuk lebih paham mengenai perbedaan ekonomi mikro dan makro. Banyak juga para pelaku bisnis yang tidak tahu perbedaan hal ini. Kebanyakan menganggap jika kedua istilah ini memiliki makna yang sama.

Baca juga: Pemerintah Didorong Rancang Undang-Undang Restorative Justice

Nah, untuk bisa membedakannya hal utama yang harus kalian pahami adalah pengertian dari ekonomi mikro dan juga makro. Berikut ini adalah penjelasan lengkap yang bisa membantu kalian memahami nya.  

Pengertian Ekonomi Makro

Ekonomi makro atau makro ekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makro ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), ekonomi adalah ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang atau harta, seperti keuangan, perdagangan, dan perindustrian.

Sedangkan apa itu makro merujuk pada jumlah atau ukuran yang besar. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa makro ekonomi adalah bahasan ilmu ekonomi berskala besar.

Dengan kata lain, ekonomi makro adalah cabang ilmu ekonomi seputar ekonomi secara keseluruhan, termasuk kinerja, perilaku, hingga proses pengambilan keputusan. Ini juga masih berkaitan dengan penggunaan faktor produksi secara efisien agar tercipta kesejahteraan masyarakat yang maksimal.

Menurut bapak ekonomi dunia, Adam Smith, makro ekonomi adalah sebuah upaya untuk menganalisis suatu fenomena atau peristwa, biasanya guna mengetahui sebab akibat dari peristiwa tersebut.

Sementara itu, menurut Budiono penulis buku Ekonomi Makro, apa itu ekonomi makro merujuk pada cabang ilmu untuk mengetahui pertumbuhan perekonomian suatu negara serta pokok-pokok ekonominya dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Contoh Ekonomi Makro

Di bawah ini adalah contoh ekonomi makro yang biasanya dipelajari dalam teori ilmu ekonomi makro. Penting juga diketahui, dalam ilmu ekonomi makro, analisis yang akan digunakan biasanya akan jauh lebih kompleks daripada yang ada dalam teori ekonomi mikro.

Berikut ini sederet contohnya:

- Tingkat pengangguran suatu negara, terutama mereka yang berada pada usia produktif
- Pertumbuhan ekonomi negara tiap kuartal tahun
- Kesempatan kerja yang diberikan oleh pemerintah
- Pendapatan nasional
- Kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah
- Kerja sama antar suatu negara dengan negara lain, terutama di bidang ekonomi
- Organisasi ekonomi internasional
- Inflasi
- Deflasi
- Ekspor dan impor
- Investasi pemerintah suatu negara
- Pendapatan per kapita ditinjau dari PDB dan investasi
- Neraca pembayaran negara 

Pengertian Ekonomi Mikro

Dikutip dari Gramedia, ekonomi mikro adalah ilmu ekonomi yang mempelajari tentang kurva permintaan dan penawaran yang kemudian turut membantu memahami pula hubungan antara perubahan upah, pola pekerjaan yang sesuai serta memahami variabel biaya pada saja dalam suatu produksi barang dan jasa. 

Menurut ary A Marchant dan William M Snell, Ekonomi mikro merupakan kajian terkait individu, rumah tangga, dan perusahaan pengambil keputusan dalam proses ekonomi.

Contoh Ekonomi Mikro

Proses terjadinya perekonomian mikro bisa terlihat saat produsen dan konsumen melakukan kegiatan ekonomi. Berikut ini merupakan contoh-contoh perekonomian mikro yang ada di Indonesia.

1. Permintaan
Contoh ekonomi mikro yang pertama adalah permintaan. Permintaan merupakan jumlah barang dan jasa yang diminta dan mampu dibeli oleh konsumen dalam tingkat harga dan pada waktu tertentu. Ketika ada permintaan, apalagi ketika harga barang dan jasa semakin tinggi, maka semakin turun jumlah permintaan terhadap barang dan jasa tersebut.

Sebaliknya, ketika harga barang dan jasa semakin rendah, maka semakin tinggi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pelaku yang melakukan permintaan terhadap barang dan jasa merupakan konsumen.

2. Penawaran
Contoh selanjutnya adalah penawaran. Penawaran dapat didefinisikan sebagai jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual atau ditawarkan kepada pihak produsen atau penjual dengan berbagai tingkat harga dan pada waktu-waktu tertentu. Dan dalam penawaran, pelaku yang melakukan penawaran adalah produsen.

Dalam teori penawaran yang berlaku adalah semakin tinggi harga, maka semakin naik pula jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah suatu harga, semakin turun pula jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.

3. Perilaku konsumen dan produsen
Perilaku konsumen dan produsen menjadi contoh selanjutnya dalam ekonomi mikro. Definisi perilaku konsumen dan produsen adalah segala aktivitas dan proses yang dilalui oleh seseorang dalam pemilihan, pencarian, pembelian, pengevaluasian, dan penggunaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya.

4. Harga
Harga menjadi contoh perekonomian mikro yang terjadi di Indonesia. Harga biasanya berhubungan dengan suatu nilai barang dan dirupakan dengan uang. Menurut Kotler, harga adalah salah satu unsur bauran dalam pemasaran yang menghasilkan keuntungan.

Harga juga berfungsi sebagai alat ukur nilai suatu barang dan jasa. Ketika harga ditentukan, kondisi perekonomian, kurva permintaan, dan biaya menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya perubahan harga. Untuk mengetahui lebih jelas tentang pentingnya penentuan harga, Anda bisa membacanya melalui link ini. 

5. Biaya dalam
Contoh ekonomi mikro di Indonesia adalah biaya. Biaya lebih didefinisikan sebagai pengorbanan yang dilakukan perusahaan atau seseorang agar dapat memperoleh lebih banyak manfaat dari berbagai aktivitas yang dilakukan. Biaya juga dapat memengaruhi terjadinya perubahan harga, misalnya biaya bahan baku yang tinggi berakibat pada naiknya harga produk.

Dalam ekonomi, biaya juga sering disebut cost karena biaya ini yang akan dikeluarkan dengan tujuan agar output produksi yang dihasilkan dapat tercapai sesuai dengan target.

6. Pasar
Pasar merupakan contoh ekonomi mikro yang ada di Indonesia. Pasar sendiri merupakan tempat atau wadah di mana penjual dan pembeli bertemu dan melakukan transaksi jual beli. Namun, pengertian mengenai pasar tidak harus berkaitan dengan bentuk fisik karena pasar tidak memiliki letak geografis dan bisa dilakukan secara daring.

Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro

sebenarnya ekonomi mikro dan makro berpusat pada elemen yang sama akan tetapi sudut pandangnya berbeda. Berikut ini adalah perbedaan utama dari ekonomi mikro dan makro.

- Ekonomi makro memberikan upaya untuk bisa menemukan perspektif umum di tingkat nasional, sementara untuk ekonomi mikro fokusnya kepada perspektif individu pada tingkat konsumen

- Penawaran dan permintaan berlaku untuk ekonomi mikro dan makro, meskipun begitu ekonomi mikro fokusnya berdasarkan tren pembeli dan penjual. Sedangkan ekonomi makro fokusnya pada siklus ekonomi seperti siklus hutang jangka panjang dan jangka pendek, dan siklus bisnis.

Tujuan Ekonomi Makro dan Mikro

Tujuan dari ekonomi mikro adalah sebagai cara untuk mengalokasikan sumber daya untuk mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan. Lain halnya, dengan ekonomi makro yang lebih mengutamakan pengaruh dari kegiatan ekonomi sendiri dalam skala nasional maupun internasional.

Ekonomi mikro dan makro tentu saja tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, keduanya saling terkait agar bisa saling bekerja sama dan menjadi efisien.

Pilihan berdasarkan dari faktor ekonomi mikro bisa berdampak pada ekonomi makro untuk jangka panjangnya. Begitu pula dengan kebijakan nasional yang melibatkan ekonomi mikro dapat mempengaruhi perusahaan juga rumah tangga berinteraksi pada kondisi ekonomi mereka.

Intinya ekonomi mikro dan makro saling mempengaruhi dan memiliki efek satu dengan yang lainnya. Misalnya, kebijakan nasional yang disahkan untuk memotong suku bunga (dampak makro) sebesar 100 basis poin, maka ini akan menurunkan biaya pinjaman bank umum.

Pada dasarnya ekonomi mikro dan makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Dalam kajian perekonomian, keduanya saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lain. 

Keberhasilan dalam penerapan kebijakan itu sesuai dengan disiplin ilmu ekonomi mikro dan makro yang juga harus diimbangi dengan teknologi yang terus dimodernisasi. Untuk itu perusahaan membutuhkan teknologi yang bisa membantu menganalisa mengenai informasi yang berkaitan dengan pendapatan, modal, dan harga. (OL-6)

BERITA TERKAIT