23 November 2022, 18:57 WIB

Kreator Konten Bocorkan Rahasia Live Streaming agar UMKM Sukses


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Antara/Makna Zaezar.
 Antara/Makna Zaezar.
Model memperagakan produk kerajinan rotan yang disiarkan langsung secara daring (live streaming).

BERJUALAN secara daring melalui sistem siaran langsung atau live streaming saat ini tampaknya sudah menjadi kewajiban bagi para pemilik usaha. Tren ini semakin naik daun ketika pandemi berlangsung karena orang-orang tetap bisa menikmati penjualan lewat siaran langsung meski tidak berjumpa secara fisik.

Kreator konten Kohcun dan Louisses Scarlett menjadi dua contoh sukses memanfaatkan fitur live streaming dan membantu usaha dari UMKM meraup untung. Mereka pun tak sungkan membagikan kiat-kiat kepada para pelaku UMKM atau kreator konten yang ingin sukses menggaet penjualan lewat metode ini. 

"Pertama itu harus konsisten, lalu punya komitmen, dan jangan lupa selalu menghargai dan bersyukur," kata Louisses membagikan kiatnya di Jakarta, Selasa (22/11). Konsisten dan komitmen yang dimaksud oleh Louisses yaitu UMKM atau kreator harus rajin melakukan live streaming di waktu-waktu yang sudah terjadwal. Jika belum mengetahui waktu yang tepat, pelaku UMKM atau kreator bisa mencoba di jam-jam yang berbeda dalam satu minggu dan dari situ bisa menemukan waktu tepat dari jumlah penonton terbanyak. 

Lebih lanjut, dari segi menghargai dan bersyukur diharapkan kreator ataupun pelaku UMKM tidak patah semangat apabila saat siaran langsung berjalan hanya sedikit penonton. "Kita harus menghargai ya, meski hanya 50 orang tetapi kita harus hadapi dengan senyum. Misalnya kalau yang ikut live cuma 10 orang tetapi yang sembilan beli itu saja sudah untung kan," kata Louisses. 

Kohcun menambahkan untuk bisa sukses berjualan daring dengan metode live streaming, seorang kreator atau pelaku UMKM harus jujur dengan produknya. Ketika produknya dikenalkan dan dijual lewat live streaming secara jujur, otomatis pelanggan akan memiliki kepercayaan. 

"Kita bangun kepercayaan dengan penonton. Kalau produknya bagus ya kita jujur, tetapi kalau enggak ya jangan direkomendasiin," ujar Koh Cun. 

Terakhir ia menyarankan agar pelaku UMKM atau kreator bisa mencocokkan waktu live streaming dengan demografi penontonnya. Misalnya jika ternyata pengikutnya lebih banyak anak muda, pilih waktu di siang hari atau malam hari. Contoh lainnya jika pengikut-nya atau audiens penonton lebih banyak ibu-ibu, siaran langsung bisa dicoba di pagi hari. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT