20 November 2022, 21:57 WIB

AgriPolyFest 2022, BPPSDMP Kementan Elaborasi 3 Mutiara Bangun Pertanian


mediaindonesia.com | Ekonomi

dok.ist
 dok.ist
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi (tengah) bersama alumni Polbangtan yang akses KUR hingga ratusan juta rupiah.

DALAM upaya memperkuat regenerasi petani, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengajak petani muda menerapkan teknologi Smart Farming dalam pengembangan budidaya pertanian. Pasalnya, pertanian berbasis teknologi lebih efektif dan efisien mendukung akselerasi roduktivitas pertanian.

"Kementan berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha, maka salah satu program utama Kementan menjamin produktivitas, kontinyuitas dan ketahanan pangan adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial hingga 2024," katanya.

Hadir pada the 1st Agriculture Polytechnic Festival 2022 disingkat AgriPolyFest '22 di Malang, Jawa Timur (Jatim), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi di depan ribuan petani milenial mengelaborasi tiga hal yang disebutnya sebagai Tiga Mutiara pembangunan pertanian.

"Mutiara pertama, smart farming atau pertanian cerdas. Ciri utamanya, berorientasi kemampuan meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi hingga kontinyuitas produk pertanian," katanya pada AgroPolyFest ´22 yang dipusatkan di Polbangtan Malang, kemarin.

Ciri lain smart farming, kata Dedi Nursyamsi, pemanfaatan alat mesin pertanian [Alsintan] dan teknologi 4.0 di antaranya artificial intelligence, big data, robotic dan sejenisnya.

"Itu yang harus kalian pahami, untuk membangun pertanian dan mendapatkan laba sebanyak-banyaknya," kata Dedi pada kegiatan yang berlangsung secara hibrid.

Mutiara kedua, Kredit Usaha Rakyat [KUR] dianalogikan Dedi Nursyamsi sebagai ´bensin´ yang menggerakkan usaha pertanian. KUR didedikasikan untuk para petani membangun agribisnis, dengan bunga 6%, yang jauh lebih rendah dari bunga kredit pada umumnya.

Kabadan pun mendorong para petani milenial dapat dan mampu mengakses KUR dengan baik untuk membangun usaha pertanian.

"Manfaatkan KUR untuk membangun agribisnis. Pagi ini kami menetapkan 100 champion yang merupakan 100 petani millenial yang telah sukses mengembangkan usahanya di sektor pertanian dan dipercaya oleh pihak perbankan untuk meningkatkan skala usahanya melalui akses KUR," kata Dedi Nursyamsi.

KUR yang mereka akses, katanya, mulai Rp10 juta hingga mendapatkan KUR Rp500 juta, di antaranya Dwiki Pasaribu, alumni Polbangtan Medan.

Mutiara ketiga sebagai bekal membangun pertanian adalah kolaborasi atau kerja sama. Dedi Nursyamsi mendorong para pelaku usaha pertanian untuk menjalin kerja sama dengan seluruh  pemangku kepentingan.

Termasuk, lanjut dia, bekerja sama dengan konsumen, yang diingatkan Dedi Nursyamsi sebagai kunci sukses, untuk mengerti kemauan pasar sebelum melakukan aktivitas produksi hingga distribusi.

"Pertanian bukan hanya soal panen, kalian berbisnis harus dimulai dari pasar," sambungnya.

Dedi Nursyamsi juga mendorong para petani milenial sebagai ujung tombak pertanian Indonesia masa depan, untuk memanfaatkan basis data (database) dalam mendukung usaha pertanian. Database tersedia di banyak institusi baik pemerintahan, perguruan tinggi, dan lainnya, bisa dipelajari untuk melihat permintaan dan penawaran (supply and demand).

Dengan semangat,  Dedi Nursyamsi menekankan pentingnya regenerasi pertanian, dengan mendorong para petani milenial, melakukan resonansi dengan mengajak generasi muda lainnya, yang bergerak dalam bidang pertanian.

"Saya minta kalian persiapkan diri untuk terjun bebas di samudra pembangunan pertanian untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya," tandas Dedi.

Selain berbicara dan memberikan arahan, Kepala BPPSDMP Kementan juga meninjau stand pameran produk olahan pertanian dalam 1st Agripolyfest 22, yang  merupakan karya mahasiswa, petani milenial serta penerima manfaat program YESS. (OL-13)

BERITA TERKAIT