20 October 2022, 19:15 WIB

Demand Iklan dan Konten Makin Tinggi


Gana Buana | Ekonomi

DOK IST
 DOK IST
Trinity Optima Production.

PERUSAHAAN label rekaman dan manajemen artis Trinity Optima Production (TOP) kian konsisten membangun ekosistem entertainment yang lengkap. Melalui anak usahanya Trinity Pictures, perusahaan kembali mengumumkan peluncuran serial terbaru “Diary Putih Abu-Abu”. 

CEO Trinity Optima Production Yonathan Nugroho menyatakan, pihaknya sangat optimis serial ini mendapat sambutan baik dari penonton.

“Ketika mengetahui bahwa ini adalah debut akting perdana bagi semua anggota grup vokal Putih Abu-Abu, kami langsung sepakat untuk mendukung proses produksinya. Sebab, sudah menjadi komitmen kami sebagai perusahaan untuk aktif mendorong talent mengeksplorasi bakat di luar musik,” kata Yonathan dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (20/10).

Yonathan menilai, grup vokal Putih Abu-Abu memiliki basis fans yang sangat baik dan solid, didukung oleh profesionalisme dan talenta masing-masing anggotanya. Grup yang beranggotakan 6 anggota perempuan yang terdiri dari Cheryll FS (Cheryll), Tiara Kamilah (Taya), Karina Amelia Putri (Karin), Alma Thania (Alma), Reikhansa (Rei), dan Neneng Intan (Intan), ini memiliki akun YouTube dengan subscribers sebanyak 7 juta dan views lebih dari 1.75 miliar views.

“Hal ini menjadi kunci agar debut di luar core musik bisa sukses. Jadi tidak asal lagi tren lalu terjun ke lini lain. Semua harus ada persiapan dan analisa pasar dan perilaku audiensnya,” tambahnya.

Keputusan TOP untuk serius menjajaki bisnis konten di OTT berangkat dari analisa mendalam. Data dari Clarity Research Indonesia mencatat, pelanggan konten berlangganan atau subscription video on demand (SVOD) di Indonesia naik dari sekitar 200.000 di tahun 2016 menjadi 11,5 juta pengguna pada 2021. Bagi TOP, ini adalah sinyal baik terhadap masa depan konten digital.

Baca juga: kesehatan Mental Adalah Fondasi untuk Masa Depan Anak

Ditambah lagi, keberadaan iklan semakin bergeser dari TV atau media broadcast konvensional lainnya ke konten-konten yang diproduksi untuk OTT.

“Hal ini membuat kami yakin bahwa konten di OTT bisa menghasilkan revenue stream baru dengan tambahan iklan yang masuk. Bedanya, standar penayangan iklan lebih dikurasi dan tidak mempengaruhi jalan cerita maupun script. Konsumsi iklan dan permintaan format konten yang fresh adalah nilai tambah bagi OTT di mata kami, “ papar Yonathan.

General Manager Digital Content Creation, Suryanda Stevanus mengatakan, dalam penayangan program kali ini pihaknya berkolaborasi dengan Telkomsel MAXstream. Ini merupakan wujud komitmen Telkomsel melalui MAXstream dalam mendukung kemajuan sektor industri kreatif Tanah Air.

“Hadirnya serial drama komedi ini sekaligus melengkapi beragam konten orisinil yang telah dihadirkan MAXstream sebagai bentuk komitmen untuk menjadi The Home of Entertainment yang mampu memenuhi kebutuhan hiburan digital berkualitas kelas dunia bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata dia. (R-3)

BERITA TERKAIT