05 October 2022, 15:24 WIB

Panglima TNI: Personel di Daerah Perbatasan Masih Kurang


Mediaindonesia.com | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Anggota TNI di Jawa Tengah yang terlibat kasus LGBT disebut melakukan perilaku seks yang berbeda tersebut saat masih lajang. Ilustrasi

PANGLIMA TNI Andika Perkasa mengaku kekurangan personel di wilayah perbatasan. Sebagai contoh, di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat yang menjadi titik singgung antara Indonesia dan Malaysia, hanya dijaga 1.800 prajurit TNI. Padahal panjang perbatasan tersebut mencapai 2.000 kilometer.

"Panjang perbatasan Indonesia dan Malaysia itu kira-kira 2.000 km. Prajurit kita yang ada di sana 1.800. Berarti kalau dibentangkan dari kiri ke kanan, satu orang itu menjaga satu km. Itu kurang sebenarnya," ujar Andika selepas perayaan HUT ke-77 TNI di Jakarta, Rabu (5/10).

Untuk mengakali kekurangan itu, TNI pun meminta bantuan seluruh masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan perbatasan.

Penduduk setempat diberikan pembinaan sehingga memahami langkah-langkah yang harus dilakukan jika ada peristiwa atau bahaya namun tidak ada personel TNI di sekitar.

"Yang penting kita tidak boleh menyerah dengan kekurangan personel ini. Kita minta bantuan masyarakat sekitar. Kita membina mereka sehingga mereka bisa menjadi early warning bagi kita," jelasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT