03 October 2022, 19:43 WIB

PMI Manufaktur RI per September Terkuat dalam 8 Bulan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara
 Antara
Potret aktivitas pekerja di pabrik mobil.

PENINGKATAN produksi dan ekspansi permintaan domestik baru mendorong naiknya Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia di September 2022, yang tercatat 53,7, atau naik dari 51,7 pada Agustus lalu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut hasil survei S&P Global menunjukkan bahwa tingkat ekspansi sektor manufaktur Indonesia pada periode ini merupakan yang terkuat dalam 8 bulan terakhir dan solid secara keseluruhan.

“PMI Manufaktur Indonesia kembali meningkat di September dengan menunjukkan kinerja sektor industri yang membaik dan perkembangan yang stabil," ujar Agus dalam keterangannya, Senin (3/10).

Baca juga: Presiden: Perusahaan Besar Harus Beri Pendampingan kepada UMKM

PMI Manufaktur Indonesia pada September 2022 melampaui angka PMI manufaktur ASEAN (53,5), Malaysia (49,1), Vietnam (52,5), dan Filipina (52,9), juga lebih tinggi dari Tiongkok (48,1), Jepang (50,8) dan Korea Selatan (47,6).

Adapun peningkatan produksi dapat dilihat pada industri elektronika, industri bahan galian non-logam, serta industri mesin dan lainnya. Di industri elektronika, kenaikan terjadi pada produksi produk laptop untuk memenuhi permintaan realisasi belanja pemerintah dan pemerintah pusat.

Baca juga: OJK: Kinerja IHSG Terkoreksi 1,92% pada September 2022

Lalu, kenaikan produksi industri bahan galian non-logam yang meliputi produk semen, keramik dan kaca dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, serta properti oleh para pengembang.

S&P Global melihat adanya penurunan permintaan asing pada perusahaan Indonesia. Terkait hal itu, Agus menilai penurunan ekspor disebakan negara tujuan, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, maupun negara di kawasan Eropa, mengalami inflasi.(OL-11)

BERITA TERKAIT