29 September 2022, 14:38 WIB

Program Bantalan Sosial Jokowi Dinilai Mampu Jaga Daya Beli Masyarakat di Daerah


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Setpres
 Setpres
Presiden Joko Widodo menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat di Kantor Pos Jailolo, Halmahera Barat, Rabu (28/9)

PROGRAM bantalan sosial yang digagas di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dinilai sangat membantu masyarakat di seluruh daerah. Kebijakan tersebut disebut mampu menjaga daya beli masyarakat yang terdampak dari melonjaknya harga-harga secara global.

Bupati Kabupaten Gorontalo, Nelson Pomalingo mengapresiasi gerak cepat bantuan yang direalisasikan oleh Presiden Jokowi. Pernyataannya tersebut disampaikan pada seminar bertajuk “Jaring Pengaman Sosial: Menakar Progresivitas Program Bantalan Sosial Pemerintahan Jokowi” di Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

“Bantalan sosial ini berbicara tentang kebutuhan masyarakat utama, masyarakat miskin. Ini luar biasa. Saya sudah sampaikan terkait beberapa jaminan sosial dari pemerintah. Ini sangat membantu apalagi kondisi covid, krisis ekonomi, inflasi dan lainnya,” ujar Nelson, Kamis (29/9).

Nelson berharap masyarakat bisa memanfaatkan sebaik-baiknya bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Bupati Gorontalo dua periode itu mengimbau agar masyarakat menggunakan bantalan sosial dengan produktif.

“Saya mohon (bantalan sosial) digunakan dengan baik, dengan produktif. Kadang kala semua ini kita gunakan untuk makan. Kenapa tidak digunakan untuk usaha, untuk menanam. Nanti hasilnya bisa kita rasakan,” ujar Nelson.

Lebih lanjut Nelson juga mengajak agar masyarakat ikut berperan aktif mengawal proses distribusi bantalan sosial dari pemerintah. Jika ada kejanggalan, lanjutnya, harus segera dilaporkan ke pihak terkait

“Masyarakat harus segera melaporkan jika ada kejanggalan,” tegas Nelson. 

Pemerintahan Presiden Jokowi sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp24,17 triliun untuk dialokasikan sebagai bantalan sosial pada masyarakat. Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada 20,65 juta kelompok atau keluarga penerima manfaat dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT). Dengan rincian Rp12,4 triliun akan disalurkan berupa bantuan sosial sebesar Rp150.000 yang dibayarkan sebanyak empat kali. (Ant/OL-8)

BERITA TERKAIT