28 September 2022, 20:36 WIB

TransNusa Buka Rute Terbang Jakarta-Bali-Yogyakarta dan Tawarkan Diskon  


mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist
 Ist
Maskapai TransNusa terbang dengan rute menghubungkan Jakarta - Bali dan Jakarta -Yogyakarta, mulai Rabu (28/9).

MENYAMBUT baik bangkitnya industri penerbangan Indonesia, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) mengumumkan pembukaan penjualan tiket penerbangan rute domestik.

Maskapai TransNusa terbang dengan rute menghubungkan Jakarta - Bali dan Jakarta -Yogyakarta, mulai Rabu (28/9).

Lebih lanjut, sebagai bagian dari perayaan bersama para pelanggan untuk pencapaian ini, TransNusa membuka penjualan dengan memberikan penawaran spesial diskon hingga 25% bagi calon penumpang yang memesan tiket mulai 28 September hingga 5 Oktober 2022.

TransNusa akan melayani penerbangan Jakarta (CGK) menuju Bali (DPS) sebanyak 5 kali sehari pergi-pulang dengan harga mulai dari Rp800 ribu untuk sekali jalan dan Jakarta (CGK) menuju Yogyakarta (YIA) sebanyak 2 kali sehari pergi-pulang dengan harga mulai dari Rp500.000 sekali jalan mulai 6 Oktober 2022.

Beroperasi sejak 2005, TransNusa (atau PT TransNusa Aviation Mandiri) merupakan maskapai penerbangan Indonesia yang telah melayani wilayah timur Indonesia, terutama Nusa Tenggara-Bali dan Sulawesi bagian selatan.

Pada Agustus 2011, TransNusa memasuki tahap baru dengan menerima sendiri Air Operator's Certificate (AOC) dan izin penerbangan niaga berjadwal.

Baca juga: Maskapai Scoot Umumkan Pemenang dari Indonesia di Program Bagi-bagi 10.000 Tiket Gratis

Kali ini bersama kampanyenya #TerbangKembali, perusahaan telah bertransformasi dan siap menghadirkan layanan transportasi udara dengan konsep maskapai penerbangan bertarif rendah atau

Low-Cost Carrier (LCC) terkini yang memberikan kenyamanan, harga yang ekonomis serta aman bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai pelaku industri transportasi udara, TransNusa berharap dapat menjadi pendukung besar pada pertumbuhan industri penerbangan.

Data dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pada Juni lalu menyatakan bahwa penumpang udara diperkirakan mencapai 83 persen dari tingkat pra-pandemi tahun 2022.

Berdasarkan data terbaru dari Kemenperin, jumlah penumpang yang mengudara di Indonesia saat ini diperkirakan meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini digadang-gadang dapat menjadikan Indonesia sebagai pasar transportasi terbesar keenam pada tahun 2034 mendatang.

Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto mengatakan saat ini adalah momentum yang tepat bagi perusahannya dengan melihat besarnya peningkatan kapasitas penumpang dari tahun ke tahun serta peningkatan mobilitas masyarakat pasca pandemi covid-19.

 "Kami juga melihat adanya kebutuhan akan pilihan layanan transportasi udara," kata Bayu dalam keterangan pers, Rabu (28/9).

"Sejalan dengan komitmen TransNusa untuk terus mendukung konektivitas, mendorong pengembangan pariwisata nasional serta percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi, kami siap ikut meramaikan kembali langit Indonesia,” ujarnya.

Sektor transportasi udara merupakan salah satu tulang punggung transportasi dan konektivitas nasional,serta penggerak utama perekonomian.

Kehadiran maskapai TransNusa yang kini menghubungkan Bali -Jakarta - Yogyakarta menjadi angin segar yang juga semakin mendukung kemajuan sektor pariwisata di Indonesia.

Konsep yang disajikan oleh perusahaan juga diakui menjadi langkah dalam memfasilitasikebutuhan masyarakat serta mendukung kebijakan pemerintah terkait harga tiket pesawat domestik.

“Kami berharap dengan konsep penerbangan LCC yang kami maksimalkan, TransNusa dapat turut mempermudah masyarakat dalam melengkapi kebutuhan transportasi udara dan menjadi opsi terbaik terutama untuk mereka yang ingin melakukan penerbangan domestik dari maupun ke Bali, Jakarta danYogyakarta,” ungkap Bayu.

Membuktikan visi dan misi maskapai melayani dengan konsep LCC terkini yang Aman, Ekonomis dan Nyaman (Safe, Affordable, Comfortable), TransNusa akan beroperasi menggunakan armada baru Airbus A320neo berkapasitas 168 penumpang serta menyediakan gratis 20 kg bagasi untuk seluruh penerbangan domestik.

TransNusa menawarkan 3 opsi jenis tiket bundling yang disebut Seat untuk pilihan yang paling standard, Seatplus yang diprediksikan akan paling populer karena penumpang dapat memilih nomor kursi dan mendapatkan makanan.

Selain itu,  Flexipro yang memberikan pelayanan penuh bahkan hingga fleksibilitas 2 kali perubahan tanggal dan jam penerbangan.

Maskapai juga menyediakan beragam menu makanan pra-pesan (pre-booked meals).

Direktur TransNusa, Leo Budiman mengatakan, “Kami tahu bahwa untuk menjawab kebutuhan dan permintaan, maskapai di Indonesia perlu menerapkan langkah-langkah strategis yang dapat menjadikanmereka opsi terbaik masyarakat dalam melakukan mobilitas udara."

 "Kapasitas 168 penumpang untuk armada jenis A320neo kami rasa ideal. Tidak terlalu sedikit tapi juga tidak berlebihan sehingga memungkinkan TransNusa memiliki kursi penerbangan dengan ruang kaki yang lebih luas dibandingkan dengan maskapai LCC umumnya," jelasnya.

Selain itu, biaya perjalanan serta ragam pelayanan kenyamanan bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi penumpang.

Lebih lanjut Leo menjelaskan, selain memperhatikan kepuasan penumpang, dalam tahapannya bertransformasi perusahaan memilih A320neo menjadi armada yang digunakan TransNusa karena pertimbangan kenyamanan yang lebih ramah lingkungan.

Kemampuan mesin A320neo dikenal memiliki mesin yang lebih irit bahan bakar sebanyak 20% dan lebih sedikit mengeluarkan produksi emisi (CO2).

Mesin dalam armada ini juga dirancang bisa mengurangi suara bising hingga 75% sehingga kabin jadi lebih senyap.

Tiket penerbangan bersama TransNusa sudah dapat dibeli melalui situs resmi maskapai di transnusa.co.id dan melalui agen perjalanan serta penjualan tiket resmi lainnya. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT