27 September 2022, 12:37 WIB

Luhut : Indonesia Harus Bersiap Hadapi Badai Krisis Dunia


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara
 Antara
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Usai lawatan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) dalam pertemuan Majelis Umum PBB, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, Indonesia harus bersiap menghadapi badai sempurna atau perfect storm akibat krisis global yang melanda.

Mulai dari konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina yang mengganggu pasokan pangan, lalu panasnya hubungan Tiongkok dan Taiwan yang diperkirakan berdampak pada ekonomi Indonesia.

"Saya kemarin ke New York, mereka mengatakan bahwa dunia itu akan masuk global krisis atau perfect storm yang akan terjadi dalam waktu ke depan ini. Kita harus (siap) menata negeri ini dengan baik," kata Luhut dalam sambutan Puncak Hari Maritim Nasional 2022, Selasa (27/9).

Selain itu, ia juga menyinggung, The Fed masih akan terus menaikkan suku bunga acuannya yang diprediksi bisa mencapai 4,75% hingga akhir tahun ini. "Hal tersebut suka tidak suka berdampak pada ekonomi Indonesia," ungkap Menko Marves.

Sampai saat ini, Indonesia dinilai mampu meredam gejolak ekonomi dunia dengan menjaga tren pemulihan ekonomi pada semester I 2022 dengan pertumbuhan ekonomi 5,23% (year on year/yoy). Serta, Inflasi tercatat sebesar 4,69% secara tahunan pada Agustus 2022. "Kita bersyukur sampai hari ini dengan kepempinan Preside Jokowi kita masih mampu meredam keadaan ini. Tapi pertanyaannya berapa lama kita bisa menahan?" kata Luhut.

Ia pun mengklaim ekonomi Indonesia masih yang terkuat di dunia dengan kecil kemungkinan mengalami resesi. "Tapi, kita tak bisa hindari situasi di Ukraina sekarang yang belum tentu kapan selesainya bisa berdampak pada pangan dan energi. Kita harus kompak, padu bersama hadapi ini," pungkas Luhut. (OL-12)

BERITA TERKAIT