25 September 2022, 20:55 WIB

Kompor Listrik di Rumah Subsidi Terkendala Penyambungan


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara/Arif Firmansyah.
 Antara/Arif Firmansyah.
Sejumlah peserta memasak menggunakan kompor induksi di halaman kantor PLN UP3 Kota Bogor, Jawa Barat.

PROGRAM penggunaan kompor listrik induksi pada rumah bersubsidi sejauh ini masih terus berjalan. Hanya, terdapat kendala pada proses penyambungan listrik untuk menjalankan program tersebut.

"Jadi program konversi itu sebenarnya skema win win solution. Namun PLN sepertinya terbentur investasi penyambungan baru, mungkin karena konsumsi listrik menurun secara nasional karena covid-19," ujar Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja saat dihubungi, Minggu (25/9).

Program kompor listrik induksi untuk rumah bersubsidi itu telah berjalan sekitar dua tahun. Itu merupakan kesepakatan yang dibuat oleh asosiasi pengembang, termasuk Himperra bersama PLN.

Dalam kesepakatan tersebut, kata Endang, PLN bersedia memberikan prioritas biaya penyambungan (BP) listrik seharga 1.300 watt untuk kapasitas 2.200 watt kepada pengembang. Adapun kompor listrik induksi yang disediakan memiliki daya konsumsi listrik sekitar 1.000 watt.

Pengembang, kata Endang, diminta untuk menyediakan dana ekstra guna mendapatkan kompor listrik induksi dan peralatan masak yang sepadan untuk digunakan. "Jadi kita dapat 900 watt, tetapi kita harus keluar biaya kompor listrik. Masih lebih murah kompor listrik daripada 900 watt penyambungan," jelasnya.

Himperra, lanjutnya, sedianya mendukung peralihan kompor gas elpiji menjadi kompor listrik induksi. Pasalnya, Endang memahami dana subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk gas elpiji 3 kg berkisar Rp70 triliun per tahun. Ketimbang setiap tahun menggelontorkan dana itu, konversi kompor gas elpiji ke kompor listrik induksi dinilai lebih efisien.

Lebih lanjut, dia menyatakan, hingga akhir tahun ini, Himperra diperkirakan terlibat dalam pendistribusian kompor listrik induksi hingga 8% dari total 200 ribu kompor listirk. "Secara nasional itu mungkin 8%. Dari 200 ribu yang diproyeksikan sampai akhir tahun ini, sekitar 12 ribu kompor listrik induksi dari kami yang telah terpasang," pungkas dia. (OL-14)

BERITA TERKAIT