24 September 2022, 11:17 WIB

Bulog: Penyaluran Beras Operasi Pasar Tembus 650 Ribu Ton


 Ficky Ramadhan | Ekonomi

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
 ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Operasi pasar beras yang dilaksanakan Bulog di DKI Jakarta.

SEPANJANG tahun 2022 Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) telah melaksanakan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau dikenal dengan nama operasi pasar di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini dilakukan guna menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras.

Terhitung dari awal tahun hingga minggu ketiga September ini, Bulog sudah menggelontorkan sebanyak 650 ribu ton beras operasi pasar demi menjaga harga beras di pasaran agar tidak terjadi lonjakan.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk memastikan program KPSH yang sudah berjalan lancar sepanjang tahun ini makin dimasifkan agar tidak ada gejolak harga di tingkat konsumen.

“Masyarakat jangan khawatir, Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga," jelasnya.

"Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini, berdasarakan pencatatan harga beras hanya mengalami sedikit kenaikan dikarenakan faktor kenaikan harga BBM dan memasuki musim gadu," kata Budi Waseso dalam keterangan resmi, Sabtu (24/9).

Baca juga: Pemkot Malang Gelar Operasi Pasar Untuk Kendalikan Inflasi

Kegiatan Operasi Pasar atau Program KPSH yang dilakukan sepanjang tahun oleh Bulog ini terbukti efektif menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.

Kegiatan ini juga merupakan realisasi dari tiga pilar ketahan pangan yang ditugaskan kepada Bulog yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas.

“Yang menjadi fokus kami saat ini adalah stabilitas harga beras di masyarakat, untuk itu kami akan upayakan semaksimal mungkin pelaksanaan program stabilisasi tersebut tanpa ada unsur kepentingan apapun kecuali kepentingan rakyat, terlebih ditengah situasi seperti sekarang," imbuhnya.

Budi Waseso menjelaskan, Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersediaan pangan ini.

Selain memiliki jaringan infrastruktur kantor dan gudang yang tersebar sampai pelosok tanah air, Bulog sendiri juga sudah memiliki gudang retail modern sebagai pusat distribusi serta penjualan secara ritel.

"Kami pastikan juga bahwa seluruh jaringan yang bekerjasama dengan Perum Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara offline maupun online, juga outlet-outlet binaan Perum Bulog seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan retail modern yang ada," ujar Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan Bulog akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah guna menjaga harga beras di tingkat konsumen tetap stabil atau tidak mengalami lonjakan. (Fik/OL-09)

BERITA TERKAIT