13 September 2022, 23:08 WIB

Dukung G20, Dua Perusahaan Teken Kontrak Penyediaan Modul Surya


mediaindonesia.co, | Ekonomi

Ist
 Ist
 PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia dan PT Masdar Mitra Solar Radiance dalam penyediaan modul surya.

PRESIDENSI G20 menjadi momentum Indonesia mendorong upaya akselerasi transisi energi. Saat memimpin presidensi G20, Indonesia mempunyai kesempatan emas memaksimalkan diplomasi terkait isu global,.

Isu gloal tersebut meliputi perubahan iklim, melalui pengambangan energi terbarukan. Indonesia memiliki sumber energi surya yang sangat melimpah dengan intensitas radiasi matahari rata-rata sekitar 4.8 kWh/m2 per hari.

Bahkan, daerah Indonesia bagian timur memiliki intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi. Akselerasi transisi energi bisa didorong dari pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). 

Sebagai distributor dan pusat pelayanan resmi produsen panel surya Tier-1 merk LONGi, PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia–lebih dikenal dengan merk Utomo SolaRUV– terus membangun kerja sama strategis.

Salah satunya melalui kerja sama Master Sales Agreement, antara PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia dan PT Masdar Mitra Solar Radiance.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Anthony Utomo selaku Managing Director Utomo SolaRUV dan Widyatama Saptodewo selaku President Director Solar Radiance. 

Baca juga: Instalasi PLTS Atap Kian Diminati Sektor Komersial dan Industri

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Ketua Umum AESI (Asosiasi Energi Surya Indonesia) Fabby Tumiwa, bertempat di Gedung Smesco Indonesia di Jakarta, Selasa 13/9).

“Kami selaku mitra produsen global modul surya LONGi di Indonesia tentu menyambut baik kerja sama strategis dengan pengembang PV Solar Radiance yang adalah bagian dari konglomerasi Masdar dan Mitrabara," jelas Anthony.

"Kerja sama ini akan mengakselerasi pengembangan dan akses Distributed Energy sebagai bagian pemenuhan dari strategi nasional kita untuk dekorbonisasi industri dan transisi energi bersih di Indonesia,” pungkas Anthony yang juga adalah Head of Business Development APLSI (Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia).

Seperti diketahui PT. Masdar Mitra Solar Radiance adalah Joint Venture atau perusahaan patungan antara Masdar yakni perusahaan multinasional berpusat di Uni Emirat Arab dan PT Mitrabara Adiperdana Tbk.

PT Mitrabara Adiperdana Tbk yakni perusahaan nasional pertambangan batu bara yang memiliki target untuk mengembangkan energi terbarukan sebagai provider rooftop solar panel dengan target yang sangat agresif dalam beberapa tahun kedepan.

“Pemilihan LONGi dan PT. Utomo Juragan Atap Surya Indonesia selaku mitra strategis melalui Master Sales Agreement (MSA) yang baru saja ditandatangani tentu melalui banyak pertimbangan utamanya pelayanan, kredibilitas dan after sales yang mampu mendukung pengembangan bisnis PT Masdar Mitra Solar Radiance," kata Widyo.

"Ini juga merupakan upaya dari parent company kami PT. Mitrabara Adiperdana Tbk untuk beradaptasi melalui penyediaan sistem Rooftop Solar Panel yang handal yang berkualitas global bersama dengan mitra kami Masdar di Indonesia,” pungkas Widyo.

Utomo SolaRUV mendukung upaya akselerasi transisi energi oleh entitas bisnis menengah hingga besar. Komponen modul surya dipastikan berlabel SNI sesuai ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2021. 

Proyek infrastruktur energi terbarukan juga tidak bisa dilupakan sebagai kelanjutan dari Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 yang memberi porsi lebih banyak untuk energi hijau, salah satunya melalui pengembangan energi surya.

Utomo SolaRUV juga menggandeng produsen inverter global, Sungrow, untuk menggarap potensi energi surya di Indonesia.

Sebagai informasi, pada tahun 2021, Indonesia membangun PLTS berkapasitas kurang lebih sebesar 200 MW dimana 100 MW-nya memakai produk inverter Sungrow. 

“Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar dan inisiatif antar organisasi seperti Utomo SolaRUV dan Solar Radiance ini harus didukung karena akan menumbuhkan lapangan kerja hijau, akses ke teknologi dan ujungnya memperkuat ekosistem antar pelaku usaha di Indonesia sehingga konsumen atau pengguna mendapatkan penghematan dan akses ke pengembang kelas dunia di industri energi bersih tanah air”, tambah Fabby Tumiwa selaku Ketua Umum AESI (Asosiasi Energi Surya Indonesia).

Selain inverter, Sungrow juga menjadi pionir dalam teknologi Energy Storage System (ESS).

ESS adalah alat yang bekerja semacam “power bank” yang menyimpan listrik dengan skala besar hingga ratusan mega watt (MW) dan bisa sebagai stabilisator atau untuk pengganti pembangkit peaker (penopang beban puncak).

ESS Sungrow digunakan di proyek PLTS Bawean untuk menyokong sumber kelistrikan di pulau kecil sebelah utara pulau Jawa tersebut.

PLTS Bawean memiliki kapasitas ESS sebesar 1.300 kWh yang didukung komponen Sungrow. Sumber Foto: Instagram @utomosolaruv

Kerjasama antara Utomo SolaRUV dan Solar Radiance diharapkan menjadi pemicu akselerasi transisi energi.

Sebagai distributor resmi dan pusat service center produsen komponen PLTS Atap level dunia, Utomo SolaRUV menjamin kualitas dan mutu produk-produk yang mereka distribusikan ke konsumen. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT