13 September 2022, 21:23 WIB

KKP Berupaya Stabilkan Harga Ikan Saat Peak Season


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara
 Antara
Pedagang memilih ikan untuk pembeli di tempat pelelangan.

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya menstabilkan harga dan pasokan ikan di sejumlah wilayah saat musim puncak atau peak season. Salah satu langkah ialah fasilitasi kerja sama antara nelayan dan industri pengolahan ikan.

Hal tersebut guna membuka akses pasar bagi nelayan saat pasokan ikan berlimpah agar diperoleh harga jual yang optimum. Salah satunya di Prigi, Trenggalek, Jawa Timur yang tengah mengalami musim puncak penangkapan ikan yang berlangsung pada September dan Oktober ini.

Berdasarkan catatan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, hasil tangkapan nelayan dalam sepekan terakhir yang masuk ke Tempat Pendaratan Ikan (TPI) mencapai 100-120 ton per hari.

Baca juga: KKP Targetkan PDB Perikanan Tumbuh 6% di 2023

"Kondisi ini menyebabkan penurunan harga ikan tongkol lisong dari kondisi normal Rp16 ribu per kg menjadi Rp10 ribu-12 ribu per kg," ujar Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Ishartini, Selasa (13/9).

Pihaknya telah mempertemukan Koperasi Pindang Prigi Jaya dengan nelayan dalam rangka memenuhi pasokan hasil perikanan ke wilayah lain. Dalam hal ini, bekerja sama dengan PT Maharani Artha Prima, untuk memasok bahan baku.

Baca juga: KLHK Ingin Personel Manggala Agni Masuk Jabatan Fungsional

"Upaya seperti ini seyogyanya dilakukan di titik produksi atau Pelabuhan Perikanan lain, saat produksi perikanannya berlimpah," imbuhnya.

Melalui aksi jemput bola tersebut, Ishartini berharap pelaku usaha industri, supplier dan eksportir perikanan semakin terpacu untuk menyerap hasil tangkapan nelayan. Oleh karena itu, hadir Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN), yang diharapkan menguatkan sistem manajemen rantai pasokan ikan.

"Termasuk juga pilihan langkah aksi di lapangan bersama pelaku usaha,” jelas Direktur Logistik Ditjen PDSPKP Berny Subki.(OL-11)

BERITA TERKAIT