07 September 2022, 17:08 WIB

Hasil Survei : Serikat Nelayan NU Paling Dikenal Warga Pesisir


mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist/SNNU
 Ist/SNNU
Nelayan yang tergabung dalam Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) sedang beraktivitas. 

SERIKAT Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) merupakan organisasi nelayan yang paling dikenal warga pesisir.

Demikian salah satu temuan dari rilis hasil survei nasional lembaga Arus Survei Indonesia bertajuk “Prospek Ekonomi Maritim Pasca-Pandemi dan Suara Nelayan Indonesia”, Rabu (7/9).

“Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) merupakan organisasi nelayan yang paling dikenal warga pesisir (31,0%), disusul Serikat Nelayan Indonesia (24,1%), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (14,0%), dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (6,6%).

"Adapun sisanya 24,4% mengaku tidak tahu/tidak jawab,” kata Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, dalam rilis hasil surveinya, Rabu (7/9).

Selain mengangkat temuan soal afiliasi organisasi nelayan, temuan survei lembaga Arus Survei Indonesia ini juga memotret tentang prospek sektor maritim pasca-pandemi.

Dari hasil survei menyebutkan, sektor maritim dinilai oleh publik bisa jadi alternative mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi.

Baca juga: Serikat Nelayan NU Kerja Sama dengan Startup Aruna Indonesia 

“Sebanyak 75,7% publik yakin (gabungan antara sangat yakin 21,2% dan cukup yakin 54,5%) bahwa sektor maritim yakni kelautan dan perikanan bisa jadi altarnetif membantu mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi,” tutur Ali Rif’an.

Ali Rif’an menjelaskan bahwa meskipun sektor maritime sangat prospek mempercepat pemulihan ekonomi, namun dalam implementasinya masih terdapat banyak kendala. 

Masalah regulasi, hukum, dan kebijakan pemerintah merupakan persoalan yang paling menghambat Indonesia dalam pengembangkan sektor maritim.

“Masalah regulasi, hukum, dan kebijakan pemerintah (31,8%) merupakan persoalan yang paling menghambat Indonesia dalam pengembangkan sektor maritim, disusul masalah infrastruktur dan teknologi (18,7%), masalah struktur dan kelembagaan (16,4%), dan masalah mindset dan kultur Indonesia (11,3%),” terang Ali Rif’an.

Survei lembaga Arus Survei Indonesia ini dilaksanakan pada tanggal 14 – 20 Agustus 2022 di 34 provinsi di Indonesia dengan cara telesurvei, yaitu responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner.

Metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah responden 1200 responden dengan margin of error +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%. (RO/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT