31 August 2022, 17:13 WIB

Kebijakan Penguatan Ekonomi RI Didukung Pengusaha Internasional


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara
 Antara
Foto udara Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

PEMERINTAH kerap menekankan pentingnya kolaborasi dalam berbagai upaya pembangunan nasional, termasuk dengan menggandeng pihak swasta untuk turut terlibat. Tidak hanya di dalam negeri, pemerintah juga berkolaborasi dengan pihak swasta dari negara-negara lain.

Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi melakukan pertemuan dengan United States ASEAN Business Council (US-ABC) di Jakarta, Kamis (25/08). Dalam pertemuan tersebut, delegasi US-ABC dipimpin oleh Ambassador Ted Osius beserta jajaran petinggi US-ABC.

Pertemuan tersebut membahas berbagai hal yakni Presidensi G20 tahun 2022, ASEAN Chairmanship 2023, Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, rantai pasok global, SDM untuk mendukung TIK, dan keuangan inklusif.

Edi memulai pertemuan tersebut dengan membahas perkembangan terkini pandemi covid-19 dan keadaan perekonomian Indonesia. Dia mengatakan bahwa Indonesia termasuk salah satu dari lima negara dengan jumlah vaksinasi tertinggi di dunia dan penanganan covid-19 di Indonesia terkendali dengan baik.

Baca juga: Neraca Perdagangan RI Surplus Selama 27 Bulan

Sementara itu, ekonomi Indonesia pada triwulan II 2022 juga berhasil tumbuh 5,44% di tengah tantangan global. Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut Edi juga menyampaikan tentang keseriusan pemerintah dalam mendukung dunia usaha melalui reformasi struktural dan perundang-undangan melalui Undang-Undang Cipta Kerja dan turunannya.

"Pemerintah juga mengundang sektor swasta untuk berkolaborasi dan berkontribusi secara konkret dalam Presidensi G20 serta Keketuaan ASEAN 2023. Kami mengundang US-ABC untuk bekerja sama secara nyata dalam concrete deliverables G20," ujarnya.

Kemudian, Edi mengatakan bahwa pemerintah juga menekankan kepada US-ABC bahwa Indonesia senantiasa menjaga kepercayaan internasional. Selain menjadi ketua penyelenggara G20 tahun ini, Indonesia juga mendapat mandat dari PBB untuk menangani krisis global.

"Saat ini, Indonesia dipercaya sebagai Champion dari Global Crisis Response Group (GCRG). Ketahanan pangan dan penanganan kelaparan menjadi prioritas Indonesia. Kami mengundang sektor swasta untuk bersama-sama menangani krisis pangan dan energi global," kata Edi.

Menanggapi hal tersebut, US-ABC mengapresiasi upaya Pemerintah Indonesia dalam mengatasi pandemi covid-19. Ambassador Ted Osius mengatakan bahwa keberhasilan Indonesia dalam mengatasi pandemi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,44% di Q2-2022 perlu diapresiasi tinggi.

Baca juga: Bahlil: UMKM Benteng Pertahanan RI Saat Hadapi Krisis

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah US-ABC yang lain juga menyatakan kesediaannya untuk membantu Pemerintah Indonesia pada masa pemulihan ekonomi pasca pandemi dan mengatasi dampak krisis global.

US-ABC siap mendukung pemerintah dalam menyediakan jaringan global untuk mengatasi disrupsi rantai pasok, mendukung pengentasan krisis pangan dan nutrisi, serta investasi jangka panjang di Indonesia dalam membangun jaringan bisnis dari hulu ke hilir untuk menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. 

Di akhir pertemuan, delegasi pemerintah Indonesia menutup pertemuan tersebut dengan menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dengan sektor swasta.

"Penanganan krisis energi global harus dibarengi dengan prinsip sustainability, dan kita dapat memanfaatkan momen ini untuk melakukan transisi energi, sesuai pilar dalam G20," pungkas Edi.(OL-11)

BERITA TERKAIT