26 August 2022, 10:43 WIB

Menteri PUPR Dorong Anak Muda Beli Rumah Ketimbang Mengontrak


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

ANTARA/Vitalis Yogi Trisna
 ANTARA/Vitalis Yogi Trisna
Warga beraktivitas di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Daan Mogot, Jakarta.

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk segera berinvestasi di bidang perumahan dengan membeli rumah sendiri. Hal tersebut disampaikan saat peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas), Kamis (25/8).

“Kalau anak-anak muda hanya mau ngontrak, kontrakan tiap tahun pasti naik. Tapi kalau beli rumah, cicilan itu makin lama makin tidak terasa. Lebih cepat beli rumah lebih baik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/8).

Ia mengatakan bantuan perumahan dari pemerintah sejak 2015 selalu ada peningkatan. 

Baca juga: Pasar Properti Bogor Meningkat, Pre-Launch Perumahan Diserbu Pembeli

Pada tahun ini, pemerintah menyediakan bantuan perumahan sebesar Rp29 triliun, sedangkan di tahun depan akan meningkat menjadi Rp32 triliun untuk membangun minimal 220 ribu rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Pemerintah terus mendorong penyediaan perumahan bagi rakyat. Kami berkomitmen bersama berkolaborasi mewujudkan hunian layak dan terjangkau untuk semua,” kata Menteri PUPR.

Pada malam puncak Hapernas tersebut, Kementerian PUPR menyampaikan apresiasi terhadap praktik-praktik baik yang telah dilakukan para stakeholder bidang perumahan. Di antaranya Apresiasi atas Inovasi dalam Penyediaan Perumahan bagi MBR Non Fixed Income melalui Upaya Kolaboratif kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, Apresiasi atas Implementasi Peraturan Daerah tentang Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dengan Penerbitan PBG Terbanyak kepada Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Kabupaten Serang.

Kemudian Apresiasi atas Implementasi Kolaborasi Penanganan Kumuh di Lahan Terbatas kepada Kota Surakarta, serta Apresiasi atas Implementasi Pembangunan Rumah Sederhana Terbesar kepada Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), dan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra).

“Dengan hasil karyanya ini, saya ingin memberikan apresiasi berupa program. Bukan uang, tapi program BSPS untuk perbaikan rumah tidak layak huni di lokasi masing-masing sebanyak 1.000 rumah," ucap Basuki.

Program BSPS ini, lanjutnya, diberikan supaya kabupaten dan kota yang lain juga dapat ikut terus berkarya di bidang perumahan. (OL-1)

BERITA TERKAIT