18 August 2022, 23:49 WIB

PLN Bisa Hemat Rp10 M dari Pembelian Listrik PLTM Pantan Cuaca Aceh


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara
 Antara
Ilustrasi

PT PLN (Persero) membeli listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro (PLTM) Pantan Cuaca, Aceh, berkapasitas 4,5 megawatt (MW) untuk mendukung pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara financial date PLTM Pantan Cuaca antara PLN dengan PT Hidro Jaya Konstruksi pada Jumat, (12/8)

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh Parulian Noviandri mengatakan, jika PLTM sudah berjalan, akan ada pergantian penggunaan bahan bakar fosil ke EBT. Serta, bisa memberikan penghematan sebesar Rp10,4 miliar per tahun terhadap Biaya Pokok Produksi (BPP) Aceh.

"PLN berharap pengoperasian PLTM Pantan Cuaca dapat segera terealisasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (18/8)

Parulian mengungkapkan, penghematan yang diperoleh berasal dari pemangkasan biaya operasi mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sewa selama satu bulan dibutuhkan sekitar 510.000 liter minyak yang menghasilkan 1,8 juta kwh.

"Biaya sewa PLTD sekitar Rp2.800 per kWh. Sementara biaya tarif pembelian tenaga listrik dengan PLTM Pantan Cuaca hanya Rp 940 per kWh," jelasnya.

Dengan adanya PLTM Pantan Cuaca, lanjut dia, mesin PLTD Rema milik PLN dapat berperan sebagai penyuplai daya cadangan untuk Kabupaten Gayo Lues yang berefek baik pada mesin-mesin kepunyaan PLN.

“Kehadiran PLTM 4,5 MW ini memang ditunggu. Pembakaran minyak fosil memang paling cepat, tetapi mahal secara operasional ditambah harga bahan bakar fosil mahal," terangnya.

"Apabila PLTM Pantan Cuaca 4,5 MW beroperasi maka akan menggantikan dari sebelumnya bahan bakar fosil ke energi terbarukan,” tambah Parulian.

PLTM Pantan Cuaca berlokasi di Kabupaten Gayo Lues berkapasitas 4,5 MW dengan nilai investasi sebesar Rp 160 miliar. Konstruksi PLTM Pantan Cuaca telah dimulai pada Mei dan diharapkan pada bulan September dapat dilaksanakan peletakan batu pertama.

“Kami akan berusaha selesaikan konstruksi dengan mengutamakan keselamatan dan peduli lingkungan,” ucap Baek Seunghwan, Direktur Utama PT Hidro Jaya Konstruksi.

Sebelumnya, PT Hidro Jaya Konstruksi telah ditetapkan sebagai pemenang lelang kuota PLTM Tersebar 4,5 MW di Gayo Lues yang dilaksanakan oleh PLN UIW Aceh. Dicanangkan, projek ini akan siap pada 2024. (OL-8)

BERITA TERKAIT