08 August 2022, 22:02 WIB

Akuisisi Emerald Kalama Chemical dan Unit Bisnis Baru Dongkrak Performa Lanxess di Semester I-2022


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Dok. Lanxess AG
 Dok. Lanxess AG
Kantor Lanxess di Cologne, Jerman

DI tengah kondisi yang menantang dengan peningkatan biaya bahan baku dan energi, serta kondisi logistik yang sulit, perushaan bahan kimia khusus, Lanxess sukses mencatatkan pertumbuhan pendapatan. EBITDA pre exceptionals pada kuartal dua 2022 mencapai EUR 253 juta, atau naik 14,5 persen dari kuartal tahun sebelumnya sebesar EUR 221 juta .

Segmen Specialty Additives dan Consumer Protection tumbuh dengan kuat. Bisnis produk perlindungan konsumen ini diuntungkan secara signifikan dari kontribusi unit bisnis Flavours & Fragrances yang baru. Unit ini terdiri dari bahan kimia khusus untuk sektor barang konsumsi, dari perusahaan AS Emerald Kalama Chemical yang diakuisisi pada 2021.

Pada kuartal kedua, biaya bahan baku dan energi yang naik signifikan kembali diteruskan Lanxess ke pasar melalui harga jual yang jauh lebih tinggi. Perubahan nilai tukar juga berdampak positif terhadap pertumbuhan laba di semua segmen.

Kondisi logistik yang sulit serta tingginya biaya pengiriman, menyebabkan volume yang lebih rendah dan mencegah peningkatan pendapatan lebih lanjut. Margin EBITDA Grup pre exceptionals adalah 12,7 persen, dibandingkan 15,0 persen pada kuartal tahun sebelumnya.

“Di tengah kondisi menantang, kami tetap kokoh di jalur yang benar. Kinerja positif pada kuartal kedua menunjukkan bahwa pengembangan strategis kami berhasil. Akuisisi Emerald Kalama Chemical telah memperkuat segmen Consumer Protection secara signifikan, bahkan menjadi lebih stabil. Pada semester dua tahun ini, angin kencang akan bertiup di ekonomi global, tetapi kami siap untuk ini," ujar Matthias Zachert, Chairman of the Board of Management Lanxess AG.

Penjualan grup mencapai EUR 1,999 miliar, melesat 36,1 persen dibandingkan kuartal tahun sebelumnya sebesar EUR 1,469 miliar. Harga jual yang lebih tinggi juga berdampak positif. Laba bersih dari operasi yang dilanjutkan pada kuartal dua mencapai EUR 48 juta, sedikit di atas tahun sebelumnya sebesar EUR 47 juta.

Hingga akhir 2022, Lanxess telah mengkonfirmasi dan menetapkan panduannya atas pertumbuhan yang signifikan. Lanxess memprediksi EBITDA pre exceptionals mencapai EUR 900 juta hingga EUR 1 miliar. Dibandingkan komparasi tahun sebelumnya yang sudah disesuaikan sebesar EUR 800 juta, ini berarti akan ada kenaikan sebesar 25 persen.

Usaha patungan yang direncanakan dengan Advent International menjadi kemajuan selanjutnya dari pengembangan strategis Lanxess. Di samping unit bisnis high performance materials (HPM), usaha patungan untuk polimer rekayasa kinerja tinggi juga akan mencakup bisnis bahan rekayasa DSM (DSM engineering materials) dari grup Belanda, Royal DSM. Setelah keputusan yang direncanakan untuk semester pertama 2023, Lanxess akan menerima pembayaran minimal EUR 1,1 miliar dan saham hingga 40 persen di masa depan.

Baca juga : McDermott Indonesia Mengaku Puas Berinvestasi di Batam

Sementara itu, Lanxess terus memperkuat segmen Consumer Protection. Mulai 1 Juli 2022, Lanxess merampungkan akuisisi bisnis Microbial Control International dari grup AS, Flavours & Fragrances Inc. (IFF). Ini berarti, Lanxess telah menjadi salah satu pemasok produk pengendalian mikroba terbesar dunia.

Dengan diumumkannya spin-off unit bisnis HPM, Lanxess kini mengelompokkan bisnisnya dalam tiga segmen bahan kimia khusus, yakni Advanced Intermediates, Specialty Additives dan Consumer Protection.

Dengan harga jual yang lebih tinggi, setelah Lanxess meneruskan kenaikan harga bahan baku dan energi, maka penjualan di segmen Advanced Intermediates naik 26,0 persen dari EUR 466 juta pada kuartal tahun sebelumnya menjadi EUR 587 juta. EBITDA pre exceptionals turun 18,7 persen dari EUR 91 juta pada periode tahun sebelumnya menjadi EUR 74 juta.

Beberapa kenaikan harga bahan baku dan energi diteruskan ke pelanggan hanya dengan jeda waktu. Kondisi logistik yang sulit dengan biaya pengiriman lebih tinggi, serta volume yang lebih rendah, berdampak negatif pada pendapatan. Demikian juga penghentian pemeliharaan yang direncanakan. Alhasil, margin EBITDA pre exceptionals turun menjadi 12,6 persen, dibandingkan 19,5 persen tahun lalu.

Di segmen Specialty Additives, Lanxess berhasil meneruskan kenaikan harga bahan baku dan energi ke pasar, meningkatkan penjualan sebesar 34,5 persen dari EUR 568 juta menjadi EUR 764 juta. Penjualan menurun karena berkurangnya volume akibat kondisi logistik global yang sulit. EBITDA pre exceptionals mencapai EUR 134 juta pada kuartal kedua tahun ini, naik 50,6 persen dari EUR 89 juta. Margin EBITDA pre exceptionals meningkat dari 15,7% menjadi 17,5%.

Untuk segmen Consumer Protection, unit bisnis Flavours & Fragrances yang baru secara khusus berkontribusi pada perkembangan penjualan dan pendapatan yang positif. Namun, berkurangnya volume karena kondisi logistik yang sulit menyebabkan sedikit penurunan pada penjualan.

Secara keseluruhan, penjualan semua segmen naik 52,5 persen dari EUR 366 juta menjadi EUR 558 juta. Pada EUR 90 juta, EBITDA pre exceptionals mencapai 26,8 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar EUR 71 juta. Margin EBITDA pre exceptionals mencapai 16,1 persen, dibandingkan 19,4 persen tahun lalu. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT