04 August 2022, 16:43 WIB

Jakarta-Singapura Jadi Salah Rute Penerbangan Tersibuk di Dunia


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Pesawat jenis boeing milik Garuda Indonesia lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.

PT Angkasa Pura II atau AP II dan Changi Airport Group bekerjasama dalam akselerasi pemulihan sektor penerbangan. Hal ini dianggap penting karena rute Jakarta - Singapura - Jakarta menjadi salah satu rute internasional tersibuk di dunia. 

Adapun saat ini rata-rata penerbangan di rute Jakarta - Singapura adalah 37 penerbangan (take off dan landing) dalam satu hari.

Baca juga: Vaksin PMK Selamatkan Peternak dari Kerugian 

“AP II dan Changi Airport Group tengah mengeksplorasi kerja sama sehingga bisa berkontribusi signifikan dalam pemulihan penerbangan," kata President Director AP II Muhammad Awaluddin dalam rilisnya, Kamis (4/8).

AP II dan Changi Airport Group akan mengeksplorasi beberapa aspek untuk dikerjasamakan, yakni bersinergi dalam pengembangan sektor pariwisata. 

AP II meminta kepada Changi Airport Group supaya di Bandara Changi disediakan space khusus seperti misalnya digital banner dan media lainnya untuk mempromosikan 5 destinasi super prioritas di Indonesia, yaitu Candi Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Danau Toba (Sumatera Utara) dan Likupang (Sulawesi Utara). 

“Penumpang internasional setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dapat melanjutkan perjalanan ke 5 destinasi super prioritas," ujar Awaluddin. 

Berikutnya, sinergi penerapan Airport Collaborative Decision Making (ACDM) antara Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Changi. 

AP II sendiri mengaku telah menerapkan ACDM di Bandara Soekarno-Hatta sebagai sistem yang mewadahi kerja sama berbasis informasi secara real time dari seluruh stakeholder yakni operator bandara, maskapai, ground handling, air traffic services dan mitra pendukung lainnya. 

“Sinergi ACDM antara Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Changi dapat membuat penerbangan rute Jakarta - Singapura semakin optimal dan efisien," sebutnya. 

CEO Changi Airport Group Lee Seow Hiang menuturkan, apabila Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Changi bersinergi melalui ACDM, maka kedua bandara dapat melakukan perencanaan dengan baik semisal dalam menghadapi keterlambatan penerbangan (delay).  (OL-6)

“Jika kita bersama-sama, maka kita punya sistem yang besar,” pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT