19 July 2022, 20:31 WIB

Eni, Total, Occidental Teken Kontrak Minyak Aljazair


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Filippo Monteforte.
 AFP/Filippo Monteforte.
Kilang perusahaan minyak dan gas multinasional Italia ENI pada 9 Maret 2022 di Taranto, Italia selatan. 

ENI Italia, perusahaan besar AS Occidental, Total Prancis, dan grup Aljazair Sonatrach menandatangani kontrak bagi hasil minyak dan gas senilai US$4 miliar pada Selasa (19/7) untuk ladang Berkine di tenggara negara itu. 

Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune, yang menjamu Perdana Menteri Italia Mario Draghi pada Senin (18/7) yang meneken sejumlah kesepakatan, mengatakan perjanjian 25 tahun itu akan memberi Roma volume gas alam yang signifikan, karena Eropa mencari alternatif untuk pasokan Rusia.

Kesepakatan itu bertujuan menghasilkan satu miliar barel setara minyak, kata Sonatrach dalam pernyataan. Para mitra akan, "Mengembangkan sumber daya hidrokarbon cair tambahan sambil mengurangi intensitas karbon bidang ini melalui program khusus pengurangan karbon," kata Total dalam pernyataan terpisah.

Kesepakatan itu ditandatangani di bawah undang-undang hidrokarbon Aljazair pada 2019 yang memungkinkan pembagian produksi dengan mitra asing. Ini menuai kritik keras dari oposisi Aljazair dan protes jalanan atas dugaan penjualan sumber daya nasional.

Baca juga: Putin, Erdogan akan Bahas Mekanisme Ekspor Gandum di Iran

Menurut sumber pemerintah Aljazair, negara Afrika Utara itu akan meningkatkan ekspor gas ke Italia sebanyak empat miliar meter kubik dalam beberapa hari mendatang. Italia membeli sebagian besar gas alamnya dari luar negeri dengan sekitar 45% impornya secara historis berasal dari Rusia.

Namun Roma semakin melihat Aljazair, pemasok terbesar kedua secara historis untuk mengurangi ketergantungan itu setelah invasi Rusia ke Ukraina memicu sanksi terhadap Moskow dan membuat harga energi melonjak. Aljazair ialah pengekspor gas terbesar Afrika dan memasok sekitar 11% dari gas alam yang dikonsumsi di Eropa. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT