19 July 2022, 15:50 WIB

Teten Ajak Nelayan Kelola Sektor Kelautan dengan Koperasi


Ficky Ramadhan | Ekonomi

Antara
 Antara
Nelayan tradisional membenahi perahu dan alat tangkap seusai melaut.

MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak nelayan untuk berkoperasi, agar bisa tangguh dan kuat dalam mengelola sektor kelautan di Indonesia.

"Jangan sendiri-sendiri. Masuk dan bentuk koperasi, agar bisa masuk skala ekonomi," ujar Teten Masduki dalam Munas IV Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Selasa (19/7).

Lebih lanjut, dirinya mencontohkan Koperasi Minosaroyo di Cilacap, yang mampu mengelola stok BBM hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) nelayan. "Hal yang sama dilakukan nelayan di Jepang, mereka bahkan bisa menjadi pemain utama perikanan dunia," katanya.

"Salah satu strategi mereka adalah memperkuat peran koperasi. Sehingga, bisa memastikan akses pembiayaan, pasar dan inovasi kepada nelayan," imbuh Teten.

Baca juga: Cuaca Buruk, Ratusan Nelayan di Aceh Barat tidak Melaut

Pihaknya pun mengungkapkan aneka program Korporatisasi Petani berbasis koperasi yang sudah digulirkan. Misalnya, 1.000 petani pisang berlahan sempit di Tenggamus (Lampung) yang bergabung dalam koperasi. 

Lalu, petani sayur di Ciwidey (Kabupaten Bandung) yang tergabung dalam Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq. Dalam ekosistem tersebut, koperasi menjadi offtaker yang membeli secara tunai produk yang dihasilkan petani. Koperasi juga yang memasarkan produk tersebut.

"Konsep Korporatisasi Petani ini yang akan kita terapkan untuk nelayan di Indonesia. Kita akan terus perkuat ekosistem UMKM lewat koperasi, agar ada kepastian harga dan pasar," pungkasnya.

Baca juga: BI: Penyaluran Kredit Baru pada Triwulan II 2022 Tumbuh Positif

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir juga sepakat. Menurutnya, usaha para nelayan sebaiknya berjalan secara kelompok. Dalam hal ini, harus ada kepastian terkait pembelian produk yang dihasilkan nelayan.

Dengan nelayan terdaftar dalam koperasi, lanjut Erick, akan memudahkan pemerintah dalam menyalurkan BBM bersubsidi. "Pertamina akan menyalurkan BBM bersubsidi melalui koperasi, sehingga tepat sasaran. Dengan begitu, Pertamina memiliki data yang jelas dalam menyalurkan Solar bersubsidi," tutur Erick.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Muhammad Zaini menyebut pihaknya sudah menggulirkan beberapa program pemberdayaan nelayan di Indonesia. Di antaranya, menjaga kesehatan laut dengan menerapkan penangkapan ikan berbasis kuota.

"Penangkapan ikan terukur berbasis kuota diharapkan bisa lebih menyejahterakan nelayan," ujar Zaini.(OL-11)

BERITA TERKAIT