18 July 2022, 17:29 WIB

Menko PMK: Indonesia Harus Bersiap Hadapi Era Ageing Population


Atalya Puspa | Ekonomi

Antara/Amarul Faruq
 Antara/Amarul Faruq
Ilustrasi

Setelah mencapai puncak bonus demografi pada 2045 mendatang, Indonesia akan menghadapi tantangan baru, yakni era ageing population, di mana penduduk Indonesia akan didominasi oleh penduduk yang telah melewati masa produktifnya.

"Ini harus disiapkan. Agar saat ageing population terjadi, mereka yang pada usia produktifnya betul-betul bekerja, penghasilannya tinggi, bisa menghidupi sendiri dan sekitarnya, nanti memiliki tabungan untuk menjadi pensiunan. Kalau ini belum disiapkan dengan baik dan rapi, maka kita akan mengalami masalah ageing population," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (18/7).

Muhadjir mencontohkan Jepang. Ia menyatakan, negara tersebut bisa memanfaatkan dengan baik masa-masa bonus demografinya. Tapi nyatanya mereka masih keteteran saat menginjak masa ageing population. Hal itu terbukti dari banyaknya masyarakat usia lanjut yang ditarik untuk kembali bekerja menjadi pelayan di hotel maupun restoran.

"Hal itu adalah upaya untuk membendung agar tidak terjadi proses migrasi tenaga kerja dari negara lain ke Jepang. Karena itu punya risiko jangka panjang untuk negara," ucap dia.

Contoh lainnya ialah negara Tiongkok dan Singapura, yang kini telah mencabut kebijakan pembatasan anak. Pasalnya, masyarakat usia produktif di negara tersebut kini lebih berorientasi pada pencapaian karier, dibanding memikirkan untuk memiliki anak. Akibatnya, usia produktif semakin tergerus jumlahnya dan itu menjadi ancaman baru bagi negara-negara tersebut di masa depan. "Saya belum tahu apakah Indonesia punya kecenderungan menyusut penduduknya. Tapi kita tahu bahwa saat ini BKKBN perannya kita geser, bukan lagi mengurusi pengurangan jumlah penduduk tapi lebih kepada penanganan stunting. Karena kita tahu bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia kini sudah sadar untuk membatasi keturunan," ucap dia.

Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas penduduk Indonesia, Muhadjir meminta agar BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bekerja optimal. "Kedua lembaga ini harus berjalan seiring dan saling menopang. Tidak cukup hanya sehatnya saja tanpa produktivitas. Ini yang harus kita tangani untuk menjawab masalah kependudukan ke depan," pungkas dia. (OL-12)

BERITA TERKAIT