17 July 2022, 13:23 WIB

Pelatihan Wirausaha Produksi Aneka Snack untuk UKM


mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist
 Ist
Magfood mengadakan Pelatihan Wirausaha Produksi Aneka Snack di Jakarta.

SNACK merupakan salah satu produk pangan yang memiliki pasar yang luas karena digemari oleh berbagai kalangan.

Snack atau makanan ringan bisa masuk ke segmen anak-anak, orang dewasa, hingga lansia, tergantung bagaimana melakukan branding produk.

"Bahan, bentuk, dan rasa snack pun sangat beragam, membuat variasi produk ini tidak pernah habis dan selalu update dari waktu ke waktu," kata Yanty Melianty Isa, Founder & CEO PT Magfood Inovasi Pangan dalam keterangan pers, Minggu (17/7).

"Sebagai pelaku usaha yang terjun di industri snack atau makanan ringan, untuk bisa bertahan, Anda harus terus upgrade kemampuan diri, salah satunya dengan mengikuti pelatihan," jelasnya.
      
Baru-baru ini.  Magfood mengadakan Pelatihan Wirausaha Produksi Aneka Snack. Dengan 80% peserta praktek langsung.

Materi yang diberikan pada peserta sangat relevan mulai dari informasi tentang industri snack, pemilihan bahan baku, pengolahan dan produksi, dasar menyusun SOP (standard operating procedure), cara pengemasan dan penyimpanan produk jadi, perhitungan harga pokok produksi (HPP),

Baca juga: Program KUR BUMN Era Erick Thohir Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat Bawah

"Selain iti, diberi materi dasar penyusunan laporan keuangan, pengembalian investasi, hingga penjualan dan jaringan distribusi yang tentunya sangat bermanfaat bagi peserta," kata Yanty.

Menurut Snacks Food Association, snack adalah makanan yang seringkali jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan makanan utama (meal), dan biasanya dikonsumsi di antara waktu makanan utama (between meals).

Snack umumnya kaya lemak, kaya gula, dengan kadar air rendah hingga sedang dan memiliki kalori kurang dari 300 Kkal per porsinya. Berikut adalah materi yang diperoleh peserta dari 

"Pada pelatihan ini, peserta juga mendapat ilmu cara menghitung cost of good manufactured (COGM) atau harga pokok produksi (HPP) yang bermanfaat sebagai patokan untuk menentukan harga jual juga mengetahui laba yang diinginkan perusahaan," ucap Yanty.

Peserta juga dibekali ilmu teori dasar keuangan lainnya seperti Break Event Point (BEP) atau titik impas yang biasa disebut dengan balik modal, mengukur laba atas investasi, dan periode kembalinya modal.

"Dengan ilmu keuangan dasar, diharapkan peserta bisa benar-benar memperoleh keuntungan dari bisnis snack yang dijalankan," tutur Yanty.

"Tujuan dari Pelatihan Wirausaha Produksi Aneka Makanan yang diadakan Pusat Pengembangan Produk dan Usaha dari PT.Magfood Inovasi Pangan agar para pelaku dunia usaha bisa mulai membangun dan mempersiapkan “fondasi” usaha yang kuat sehingga siap menjadi besar," jelasnya.

"Diharapkan makin banyak pelaku usaha yang kuat dan berdaya saing tinggi yang mendukung pertumbuhan sektor riil di Indonesia," tutup Yanty. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT