15 July 2022, 21:10 WIB

Teten: Ruang Promosi Infrastruktur Publik 30 Persen Terpenuhi


Supardji Rasban | Ekonomi

MI/SUPARDJI
 MI/SUPARDJI
Menkop-UKM Teten Masduki usai MoU di Rest Area Heritage Banjaratma, Brebes, ruas Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (15/7).

MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM) Teten Masduki memastikan pemerintah mendorong ruang promosi atau ruang usaha yang diperuntukkan bagi UMKM hingga 30% di area infrastruktur publik terpenuhi sebagai bentuk dukungan bagi upaya pembenahan ekosistem yang berpihak bagi ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Teten usai penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Kemenkop-UKM, Kementerian PU-Pera, Kementerian BUMN, dan Kementerian Perhubungan di Rest Area Heritage Banjaratma, Brebes, ruas Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (15/7).

MoU tersebut disusun sesuai mandat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UKM, yang mana pasal 60 mengamanatkan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan/atau badan usaha swasta wajib melakukan penyediaan tempat promosi dan pengembangan usaha mikro dan usaha kecil paling sedikit 30% total luas lahan area komersial, luas tempat perbelanjaan, dan/atau tempat promosi yang strategis pada infrastruktur publik.

Hal itu juga diperkuat dengan surat Sekretariat Kabinet pada Kemenkop-UKM. "Bagi infrastruktur publik wajib memberikan ruang usaha bagi UMKM. Sekarang pengelola rest area, terminal, stasiun, maupun bandara tak usah ragu lagi. Meskipun 100% produknya UMKM, justru mampu menarik pengunjung lebih besar, sehingga menjadi daya tarik yang luar biasa," ujar Teten.

Ia menuturkan, produk UMKM saat ini sudah sangat memiliki daya tarik. Hal ini lantaran pendampingan produk berkualitas. Selain beristirahat di rest area, pengunjung juga bisa berbelanja. "Di mana hal ini sekaligus memperkuat ekonomi daerah, kerja sama ini mempercepat target Presiden Joko Widodo dalam menyediakan ruang usaha bagi UMKM," ujarnya.

Teten menyebut, Rest Area KM 260B Banjaratma dipilih lantaran pengelolaannya saat ini dinilai sangat baik. Sehingga lokasi tersebut
menjadi role model bagi penyedia infrastruktur publik dalam memberikan ruang promosi kepada UMKM.

"Saya berterima kasih kepada pengelola Banjaratma ini karena sejak awal memberikan kemudahan bagi UMKM, terutama soal tarif. Bahkan pada awal pandemi covid-19, diberikan pembebasan sewa dengan keringanan hingga 50%," katanya.

Sebagai informasi hampir 100% tenant di Rest Area KM 260B Banjaratma diisi 158 UMKM. Kemenkop-UKM diminta untuk mempercepat implementasi PP Nomor 7 tersebut. Hingga saat ini bahkan persentase pemberian ruang publik kepada UMKM sudah melampaui angka 30%.


Baca juga: Hingga 2045 Food Estate Tambah Lahan Pertanian Sejuta Hektare


Menkop menyatakan, pada perkembangannya, banyak ruang publik yang awalnya berasal dari aset terbengkalai dijadikan tempat berkumpulnya anak muda. Ia memberi contoh, di M Bloc yang tiap harinya telah sukses menjaring 11 ribu pengunjung atau hampir sama dengan jumlah kunjungan mal besar.

"Kemudian ada juga Pos Bloc, Fabriek Bloc, dan Sarinah yang juga menjaring pengunjung hingga 41 ribu," papar Teten.

Menurut Teten, kekuatan ekonomi Indonesia terletak pada penguatan UMKM. Di tengah ancaman krisis pada ekonomi global, UMKM terbukti tangguh dari krisis ke krisis.

"Bagaimana UMKM kita dampingi dan beri space. Maka mereka tangguh. UMKM tak lagi ditempatkan sebagai buffer tetapi sebagai ekonomi subsisten, yakni sebagai fondasi ekonomi nasional," jelasnya.

Ia ingin, ke depan rest area-rest area seperti ini dapat terus bertumbuh di berbagai kota, sebagai ruang usaha bagi UMKM minimal 30%
pada infrastruktur publik. Sehingga dapat menambah destinasi pariwisata, dan meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

Untuk itu, Menteri mengajak seluruh pihak bahu membahu menciptakan ekosistem usaha yang kondusif bagi UMKM dan koperasi. "Mari kita berbelanja produk lokal, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," pintanya.

Deputi Bidang UKM Hanung Harimba Rachman melaporkan, jumlah pelaku UMKM yang berada di Rest Area KM 260B Banjaratma ini sebanyak 158 UMKM, terdiri atas 130 UMKM dengan produk makanan, minuman, kerajinan, dan oleh-oleh, serta 28 UMKM dengan produk fesyen pada Sentral Batik Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, sebelum rest area ini dibangun seperti saat ini, situasinya lebih seperti bangunan yang
terbengkalai. Namun setelah dibangun, Rest Area KM 260B Banjaratma menjelma menjadi destinasi wisata belanja dan kuliner.

"Sebelum dibangun sempat jadi rumah hantu, tapi sekarang sudah cantik sekali penataannya. Bahkan ke depan area ini akan diisi juga dengan seni pertunjukan hingga event-event menarik," ucap Ganjar.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam sambutannya secara virtual menyampaikan, Presiden Jokowi menekankan bahwa UMKM memiliki kontribusi besar bagi ekonomi nasional. Kemenhub turut mendukung dengan meyiapkan sistem transportasi yang layak sebagai akses kepada UMKM.

"Infrastruktur transportasi yang layak, menjadi nilai tambah bagi masyarakat. Bahkan pembangunan infrastruktur turut meningkatkan ekonomi
pariwisata dan ekonomi dalam negeri secara keseluruhan. Kami menyambut baik MoU ini, Kemenhub mendukung pemanfaatan infrastruktur publik agar dapat dimplementasi dengan komitmen pihak terkait, selaku pemerintah untuk dapat terus berkolaborasi," ujar Budi Karya. (OL-16)

 

BERITA TERKAIT