08 July 2022, 23:57 WIB

Dorong Pengelolaan Dana Desa Lebih Baik


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Dok MI
 Dok MI
Ilustrasi

WAKIL Menteri Keuangan Suahasil Nazara mendorong desa mengelola serta memanfaatkan dana desa dengan baik. Dengen begitu, dana desa diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat pedesaan.

"Desa harus dapat menggali potensi yang ada di desa dan dana desa digunakan sesuai dengan kesepakatan di desa dalam musyawarah desa," ujar Suahasil saat mengunjungi Desa Pandowoharjo, Sleman, D.I.Yogyakarta, Jumat (8/7).

Kunjungan dilakukan dalam rangka melihat keberhasilan Desa Pandowoharjo mengelola keuangan desa dan melaksanakan program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

"Keberhasilan Desa Pendowoharjo dalam mengelola BUMDes dapat disebarkan ke desa-desa lainnya," terang Suahasil.

Ja juga melakukan dialog dengan kepala desa dan para pelaku ekonomi di desa yaitu Direktur BUMDes Amarta dan UMKM.

Melalui forum dialog itu, Suahasil berharap adanya potensi kerja sama antara Desa Pandowoharjo dengan PIP dan LPEI yang merupakan special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan dalam membantu BUMDes dan UMKM untuk dapat lebih berkembang melalui pelatihan dan pembiayaan.

Melalui kerja sama tersebut, unit usaha BUMDes Amarta yang meliputi Pengelolaan Sampah, Kolam Renang Tirta Amarta, Gethuk Goreng Madu, Batik Sekar Idaman, Taman Kuliner, Gudang Beras Pandowoharjo, dan Toko Desa Bonsai Kelapa diharapkan dapat semakin maju.

Dengan demikian, dana desa diharapkan dapat bermanfaat dalam pemberdayaan masyakarat, baik melalui pemberdayaan BUMDes maupun UMKM. Sehingga manfaat dana desa dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.

Desa Pandowoharjo merupakan desa berstatus mandiri yang salah satu sumber pendapatan desa berasal dari dana desa dengan jumlah sebesar Rp1,24 miliar. 

Dari jumlah tersebut, dana desa yang sudah disalurkan ke Desa Pandowoharjo sebesar Rp1,14 miliar. Angka inii sebesar 80% dari pagu dana desa.

Realisasi itu berasal dari penyaluran BLT Desa sebesar 286,2 juta. BLT Desa tahun 2022 disalurkan kepada 159 KPM penerima BLT Desa dan jumlah tersebut telah memenuhi target 40% dana desa untuk BLT Desa.

Sementara itu, dana desa untuk penanganan pandemi Covid sudah disalurkan sebesar Rp99,2 juta. Realisasi penyaluran dana desa, BLT Desa dan penanganan pandemi Covid-18 tersebut lebih baik dibandingkan daerah lainnya.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti menyampaikan, BLT Desa merupakan program prioritas untuk membantu penduduk miskin di desa. Menurutnya, manfaat BLT Desa telah dirasakan oleh penduduk miskin desa, terutama membantu desa dalam menghadapi penyebaran pandemi 

"Selain program BLT Desa dan penanganan covid, dana desa dapat digunakan untuk ketahanan pangan dan hewani serta kegiatan pembangunan infrastruktur melalui PKTD. Program-program tersebut harus dirumuskan dengan jelas sehingga bisa dilaksanakan dengan baik”, jelasnya.

Adapun secara total, dana desa yang telah ditransfer sejak 2015 sampai dengan 2021 mencapai Rp400 triliun. Sedangkan alokasi dana desa untuk 2022 adalah sebesar Rp68 triliun. Dana desa tersebut dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa.

Pada 2022, BLT Desa menjadi prioritas utama penggunaan dana desa yang ditetapkan sebesar 40% dari pagu dana desa. Prioritas utama berikutnya adalah ketahanan pangan dan hewani sebesar 20% dari pagu dana desa dan dukungan penanganan pandemi covid sebesar 8% dari pagu dana desa. (OL-8)

BERITA TERKAIT