04 July 2022, 22:24 WIB

Iran, Rusia, Turki Pertimbangkan Produksi Mobil Bersama


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Yuri Kadobnov.
 AFP/Yuri Kadobnov.
Seorang manajer membuka pintu mobil Lada Vesta di showroom dealer mobil Lada di Tolyatti, Rusia, pada 1 April 2022.

PEJABAT industri mobil dari Iran, Rusia, dan Turki sedang mempertimbangkan desain dan pembuatan mobil bersama setelah sanksi terhadap Moskow dan Teheran mengerem produksi. Media pemerintah Iran melaporkan itu.

"Ada kemungkinan besar kerja sama tripartit antara produsen mobil dan pemasok dari tiga negara," kata Mohammadreza Najafi-Manesh, Kepala Asosiasi Produsen Suku Cadang Mobil Iran, kantor berita resmi IRNA mengatakan.

"Ketiga negara ini dapat menangkap pasar yang besar untuk produk mereka," kata Najafi-Manesh. Mereka dapat menargetkan populasi setidaknya 800 juta jika wilayah tetangga dimasukkan.

Rusia, yang terkena sanksi oleh negara-negara Barat setelah menginvasi Ukraina, dilaporkan telah meminta Iran pada Mei untuk memasoknya dengan komponen-komponen kunci yang tidak dapat lagi diaksesnya. Saat sanksi menggigit, kerja sama yang diusulkan pada mobil khusus antara ketiga negara dapat berkembang pesat.

"Ide ini bisa segera direalisasikan," katanya. "Membuat semua suku cadang mobil ini, menghindari transfer mata uang untuk menyediakan suku cadang, dan keberadaan pasar ekspor ialah salah satu keuntungan dari proyek semacam itu."

Dia menambahkan bahwa gagasan itu pertama kali dilontarkan oleh Turki dan Rusia tertarik. Iran juga menderita di bawah sanksi ekonomi yang ketat oleh Amerika Serikat pada 2018 setelah Washington secara sepihak menarik diri dari kesepakatan dengan kekuatan dunia mengenai program nuklir.

Baca juga: Inflasi Turki Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Dekade

Pembuat mobil Barat telah berkelana ke Rusia untuk merakit mobil selama dua dekade terakhir karena ekonomi negara berkembang. Namun sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari, banyak pembuat mobil telah menghentikan penjualan mobil atau suku cadang mereka ke Rusia, termasuk Audi, Honda, Jaguar, dan Porsche. Produsen yang telah menghentikan produksi Rusia termasuk BMW, Ford, Hyundai, Mercedes, Volkswagen, dan Volvo. 

Iran dan Turki berbagi perbatasan darat. Rusia berbagi perbatasan laut dengan Iran dan Turki masing-masing melintasi Laut Hitam dan Laut Kaspia.

Turki telah mengekspor suku cadang mobil senilai lebih dari US$12 miliar setiap tahun. Iran menduduki peringkat ke-19 pembuat mobil terbesar di dunia pada 2021, menurut Organisasi Internasional Produsen Mobil. Berdasarkan data OICA, produsen mobil Iran memproduksi 894.298 kendaraan pada 2021. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT