03 July 2022, 09:45 WIB

Komitmen Pemanfaatan Energi Hijau Mengemuka dalam PSN Kereta Cepat Jakarta Bandung


Fetry Wuryasti | Ekonomi

ANTARA/ Fakhri Hermansyah
 ANTARA/ Fakhri Hermansyah
Sejumlah pekerja menyelesaikan pemasangan girder box di pembangunan Proyek KCJB di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.

PROYEK stategis nasional (PSN) High Speed Railway (HSR) atau Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang dinilai akan meningkatkan daya saing Indonesia, ditargetkan dapat beroperasi sebelum 2024. PT Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) mengatakan serangkaian uji coba persiapan operasi akan mulai dilaksanakan pada 2022.

Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perkonomian Wahyu Utomo, selaku Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), mengatakan pentingnya pemanfaatan energi listrik hijau (green energy) sebagai bentuk komitmen Indonesia pada penurunan emisi global pada proyek HSR Jakarta-Bandung.

"Selain itu, pengelolaan air dan limbah selama konstruksi dan operasi juga harus diperhatikan untuk meminimalkan dampak sosial akibat megaproyek KCJB," ujar Wahyu, dikutip dari situs Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Minggu (3/7).

Baca juga: Menhub: Proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Rampung Dalam 4 Tahun

Wahyu mengatakan sistem pabrikasi dan konstruksi yang dimiliki proyek Kereta Cepat dengan teknologi dan tingkat presisi yang tinggi, harus dapat dipastikan aspek alih teknologinya (technology transfer) supaya dapat direplikasi pada megaproyek selanjutnya. 

Dia juga sepakat untuk mendorong implementasi penyelesaian permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

Lebih lanjut, Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi berkomitmen akan memulai inisiatif-inisiatif pemanfaatan energi listrik hijau, dan mengoptimalkan pengelolaan air dan limbah dari proyek setelah kereta mulai beroperasi.

Konstruksi dimulai

Kantor berita Tiongkok Xinghua melaporkan set pasang pertama rel kereta cepat sepanjang 500 meter perlahan ditarik keluar dari gerbong transportasi, Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai terlihat peletakan rel pemberat dimulai di jalur utamanya. Ini menandai dimulainya tahap konstruksi online untuk jalur kereta Indonesia.

Di jalur utama, panjang bagian trek dengan pemberat adalah 112,8 km dan bagian trek tanpa pemberat adalah 166,6 km, yang semuanya menggunakan rel 50 meter yang diproduksi di Tiongkok.

Setelah diangkut melalui darat dan laut dari Tiongkok ke pangkalan peletakan jalur kereta api di Bandung, besi-besi itu akan dirangkai menjadi rel 500 meter dengan menggunakan teknologi pengelasan flash pulsa canggih, dan kemudian diangkut ke lokasi konstruksi.

Dengan kecepatan desain 350 km per jam, kereta api yang dibangun dengan teknologi Tiongkok ini akan memangkas perjalanan antara Jakarta dan Bandung, ibu kota provinsi Jawa Barat Indonesia, dari lebih dari tiga jam menjadi sekitar 40 menit. (OL-1)

BERITA TERKAIT