29 June 2022, 21:52 WIB

OJK: Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp102,9 Triliun


mediaindonesia.com | Ekonomi

Antara
 Antara
Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta.

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penghimpunan dana di pasar modal sepanjang Januari-Juni 2022 mencapai Rp102,9 triliun.

"Penghimpunan dana tersebut dengan emiten baru tercatat sebanyak 22 emiten," ungkap Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangannya, Rabu (29/6).

Saat ini, OJK tengah mencermati dinamika ekonomi global dan perkembangan geopolitik yang penuh ketidakpastian. Pasar saham Indonesia terkoreksi seiring dengan arus modal keluar di mayoritas negara berkembang.

Baca juga: BI Masih Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,50%

Kondisi itu sebagai bentuk risk off investor merespons peningkatan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, sebesar 75 basis poin (bps) pada Juni 2022.

Hingga 24 Juni 2022, OJK mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,5%, jika dibandingkan dengan akhir Mei 2022 (mtd) ke level 7.043. Itu dengan nonresiden mencatatkan arus modal keluar outflow sebesar Rp3,59 triliun.

Sementara di pasar surat berharga negara (SBN), nonresiden mencatatkan outflow senilai Rp12,4 triliun. Sehingga, mendorong rata-rata imbal hasil ata yield SBN naik 5,2 bps (mtd) pada seluruh tenor.

Baca juga: Ekonomi Vietnam Kuartal II Tumbuh Tercepat selama 11 Tahun

OJK turut melaporkan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan terus meningkat hingga 9,03% pada Mei 2022. Dalam hal ini, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy) untuk terus berkontribusi terhadap berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional.

Pertumbuhan kredit didorong peningkatan pada kredit UMKM dan ritel. Adapun mayoritas sektor utama kredit mencatatkan kenaikan, dengan terbesar pada sektor manufaktur sebesar 12,4% pada Mei 2022 dan sektor perdagangan 12,1%.

OJK mencatat nilai restrukturisasi kredit covid-19 semakin mengecil pada Mei 2022, yakni Rp596,25 triliun dari April 2022, yakni sebesar Rp606,39 triliun. Itu dengan jumlah debitur yang menurun dari 3,26 juta pada April 2022, menjadi 3,13 juta debitur pada Mei 2022.(Ant/OL-11)

 

BERITA TERKAIT