29 June 2022, 18:30 WIB

Kementerian PU-Pera Telah Salurkan 60.706 Unit Bantuan Rumah Swadaya


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

ANTARA/Iggoy el Fitra
 ANTARA/Iggoy el Fitra
 Foto udara kawasan permukiman padat di Purus, Padang, Sumatra Barat.

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), di antaranya lewat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PU-Pera Iwan Suprijanto saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR di Jakarta, Selasa (28/6), mengatakan bahwa sebanyak 60.706 unit rumah swadaya telah tersalurkan hingga saat ini.

Di tahun ini, Ditjen Perumahan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp2,23 triliun untuk program BSPS dengan target 103.000 unit rumah tidak layak huni.

"Dari target 103 ribu unit, yang sudah tertuang dalam Surat Keputusan (SK) ada 89 ribu unit. Sedangkan, progres fisiknya yang sudah terlaksana sebanyak 60.706 unit atau 58,94%," kata Iwan dalam keterangannya, Rabu (29/6).


Baca juga: Kementerian PU-Pera Tetapkan Pemenang Sayembara Bangunan Gedung di IKN


Berdasarkan data, program BSPS yang dilaksanakan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT) pada tahun ini menargetkan menyerap tenaga kerja hingga 206.000 orang. Hingga saat ini, progresnya sudah menyerap sebanyak 121.412 orang.

Iwan menjelaskan, program BSPS merupakan stimulan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rumah rendah yang rumahnya tidak layak huni. Dengan dana BSPS tersebut warga diharapkan berswadaya membangun rumahnya menjadi lebih layak huni.

Selanjutnya, Iwan juga menyampaikan capaian program satu juta rumah di 2022 sudah mencapai 460.269 unit. Capaian itu terdiri atas 82% untuk rumah MBR sebanyak 378.983 unit dan rumah non MBR 18% sebanyak 81.286 unit.

Secara menyeluruh progres keuangan Ditjen Perumahan hingga 28 Juni 2022 sebesar 38,02% sekitar Rp2,62 triliun dari alokasi anggaran 2022 sebesar Rp6,9 triliun dan progres fisik sebesar 33,75%. (S-2)

BERITA TERKAIT