28 June 2022, 14:16 WIB

Selain Pemerintah, Garuda Incar Suntikan Investor Asing


 Insi Nantika Jelita | Ekonomi

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
 ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. 

WAKIL Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau biasa disapa Tiko menuturkan, setelah lolos dari proses Penundaan Kewajian Pembayaran Utang (PKPU), PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) tengah membidik suntikan investasi untuk pemulihan perseroan.

Selain dari pemerintah yang akan menambah modal Rp7,5 triliun untuk Garuda, perusahaan pelat merah itu juga membidik investor asing, seperti dari maskapai luar negeri dan investor finansial.

"Untuk investor kami melihat ada dua jenis yang kita lakukan pendekatan. Pertama pelaku bisnis airline luar negeri. Kita dengan Garuda sudah menghubungi beberapa pelaku business airline yang ingin bekerjasama," ujar dalam konferensi pers, Selasa (28/6).

Tiko menuturkan, Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki pergerakan lalu lintas domestik terbesar, selain Amerika Serikat dan Tiongkok. Hal ini menjadi pasar empuk bisnis maskapai asing.

Baca juga: Penetapan Tersangka Baru Kasus Garuda, Erick : Program Bersih-bersih BUMN

Selain itu, beberapa negara menjadi pemain hub bandara bagi penerbangan pesawat, seperti Singapura, Dubai dan Qatar yang tidak memiliki pasar penerbangan domestik yang besar.

"Potensi domestik kita luar biasa. Kita tahu pemain airline ini kan hub player, seperti Singapura, Dubai, Qatar. Mereka tidak punya domestik market. Ini diharapkan jadi kombinasi yang bagus dan membawa market domestik yang kuat," jelas Tiko.

Emiten maskapai nasional itu juga membidik finansial investor. Tiko mengatakan keberadaan investor tersebut penting untuk pemulihan saham, yang mana pada saat saham Garuda disuspend berada pada level Rp 222 per saham.

Dengan masuknya para investor, Tiko meyakini EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) Garuda akan membaik.

"Kami berharap finansial investor melihat potensi saham Garuda ke depan setelah PKPU dan setelah restrukturisasi ini bisa recover (pulih) ke nilai yang sehat lagi," ucapnya.

Tambahan modal itu akan didapat melalui d skema penerbitan saham baru atau right issue yang akan dilakukan dua kali oleh Garuda.

Rencananya aksi tersebut bakal digelar pada kuartal III/2022 dengan penambahan modal dari pemerintah dulu sebesar Rp7,5 triliun. Untuk tahap kedua akan menghimpun pendanaan dari investor strategis.

"Secara bangkrut sudah pasti tidak karena sudah ada putusan PKPU soal persetujuan utang. Kita punya PR dengan menyehatkan neraca lewat dua kali right issues," tutup Tiko. (Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT