25 June 2022, 09:14 WIB

Kepala IMF: Resesi AS Diperlukan untuk Taklukkan Inflasi


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Fabrice Coffrini.
 AFP/Fabrice Coffrini.
Kristalina Georgieva.

DENGAN inflasi yang meningkat tajam dan Federal Reserve menaikkan suku bunga, Amerika Serikat menghadapi peningkatan risiko penurunan ekonomi. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan itu pada Jumat (24/6).

Namun, katanya, setiap rasa sakit sementara yang disebabkan oleh resesi akan menjadi harga yang harus dibayar untuk mengalahkan inflasi yang merusak. Pemberi pinjaman krisis yang berbasis di Washington itu kembali memangkas perkiraan pertumbuhan AS menjadi 2,9% dari perkiraan 3,7% pada April yang diprediksi pada awal tahun.

Ekonomi terbesar dunia itu mengalami kebangkitan kuat dari penurunan pandemi. Namun, kata Georgieva, itu datang dengan efek samping yang tidak diinginkan berupa kenaikan harga.

IMF yakin penaikan suku bunga Fed akan menurunkan inflasi. "Kami sadar bahwa ada jalan yang menyempit untuk menghindari resesi," katanya dalam suatu pernyataan.

The Fed pekan lalu menerapkan penaikan terbesar dalam suku bunga acuan pinjaman dalam hampir 30 tahun. Ini menjadi bagian dari upaya agresif untuk memadamkan inflasi yang berada pada empat dekade tertinggi dan menekan keluarga Amerika berjuang dengan kenaikan harga bensin, makanan, dan perumahan.

Ekonomi AS sudah melihat permintaan yang kuat berbenturan dengan gangguan pasokan karena penguncian pandemi di Tiongkok dan tempat lain. Rusia menginvasi Ukraina pun meningkatkan tekanan inflasi.

Untuk 2023, pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 1,7%. Menurut tinjauan tahunan ekonomi AS yang dikenal sebagai konsultasi Pasal IV, ini sulit menghindari resesi.

Kepala IMF mengatakan pertempuran melawan inflasi harus menjadi prioritas utama meskipun dampak perlambatan AS terjadi terhadap ekonomi global. "Kesuksesan dari waktu ke waktu akan bermanfaat bagi pertumbuhan global, tetapi rasa sakit untuk mencapai kesuksesan itu bisa menjadi harga yang harus dibayar," katanya dalam menanggapi pertanyaan dari AFP.

Georgieva bertemu dengan Menteri Keuangan AS Janet Yellen, Gubernur The Fed Jerome Powell, dan para pejabat tidak meragukan komitmen mereka untuk menurunkan inflasi.

Baca juga: Israel akan Boyong Pekerja Konstruksi dan Perawat Maroko

Nigel Chalk, wakil kepala divisi Western Hemisphere IMF, mengatakan setiap resesi AS kemungkinan berumur pendek. Alasannya, persediaan tabungan dan neraca bisnis dan rumah tangga yang kuat serta pasar tenaga kerja yang kuat.

"Semua itu akan membantu mendukung perekonomian," katanya. "Jadi jika terkena tekanan negatif, itu akan berlalu relatif cepat dan pemulihannya relatif cepat setelahnya." (OL-14)

BERITA TERKAIT