23 June 2022, 20:35 WIB

Program 'Ibu Berbagi Bijak' Bantu 500 Pelaku UMKM Perempuan di Bali


mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist
 Ist
Webinar Program #IbuBerbagiBijak yang digelar Visa dengan menghandirkan sejumlah narasumber.

PERUSAHAAN pembayaran digital internasional, Visa, mengumumkan kelanjutan kampanye #IbuBerbagiBijak.

#IbuBerbagiBijak adalah program literasi keuangan yang dimulai pada tahun 2017 dengan tujuan untuk memberdayakan pelaku usaha perempuan agar memiliki keterampilan manajemen keuangan yang lebih baik dan mengembangkan bisnis mereka.

Tahun ini, program akan berlangsung di Bali menghadirkan rangkaian hybrid workshop manajemen keuangan dan usaha kecil untuk 500 pelaku UMKM perempuan di wilayah Badung dan Denpasar, sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengakses pasar yang lebih luas.

Program ini didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi dan UMKM, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemerintah daerah Bali.

Dalam keterangan pers, Kamis (23/6), Riko Abdurrahman, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, mengatakan,“Visa secara konsisten menjalankan program #IbuBerbagiBijak untuk menjangkau pelaku UMKM perempuan sebagai tulang punggung perekonomian di Bali."

Baca juga: Strategi Cloud Kitchen Permudah Ekspansi Bisnis Kuliner UMKM di Tanah Air

"Program juga untuk mendukung dan memperluas pengetahuan dan wawasan mereka dalam mendukung pemulihan ekonomi," katanya.

"Melalui program ini, Visa berupaya memberdayakan dan membekali para perempuan pelaku UKM dengan keterampilan dan sarana manajemen keuangan dan bisnis yang diperlukan agar dapat bertahan dalam jangka panjang,sekaligusmembuka pintu bagi mereka untuk mengembangkan penjualan," papar Riko.

"Tujuan ini sejalan dengan fokus pemerintah tahun ini untuk mengoptimalkan momentum Presidensi G20 Indonesiauntuk mendorong peran strategis perempuan dalam pertumbuhan UMKM di Indonesia dan membantu mereka go global,” tambah Riko. 

Kembali bermitra bersama Maxi Consulting di tahun ini, program ini akan memberdayakan pelaku UMKM perempuan untuk lebih berorientasi ekspor, serta membantu mereka dalam memahami dan membangun  potensi untuk mengembangkan bisnis mereka ke luar wilayah.

Rangkaian workshop, dilanjutkan dengan hybridexpo dan sesi business matching, akan melibatkan narasumber praktisi dan akademisi, serta figur publik seperti Andy F. Noya, dan sejumlah mitra potensial, termasuk bisnis lokal yang mapan, seperti Titipku dan Bhinneka.

Berdasarkan data terakhir Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki lebih dari 64 juta UMKM yang menyumbang 60% dari PDB nasional.

Sekitar 60% UMKM dimiliki dan dikelola oleh perempuan meliputi 34% usaha menengah, 50,6% usaha kecil, dan 52,9 % usaha mikro  

Pemerintah telah menetapkan sejumlah target untuk pengembangan UMKM nasional, antara lain meningkatkan kontribusi UMKM hingga 65% dari PDB nasional pada tahun 2024.

Menoarekraf Sandiaga Uno, mengatakan,,“Masalah pelatihan, perizinan, pemasaran, dan juga pembukuan keuangan yang baik menjadi salah satu tantangan."

"Perlu kita tingkatkan kemampuan sumber daya manusia, khususnya literasi keuangan atau financial literacy.," tambah Sandiaga. (RO/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT