22 June 2022, 18:29 WIB

Menhub: Proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Rampung Dalam 4 Tahun


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi 

MENTERI Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, penyelesaian proyek Semi High Speed Rail (S-HSR) atau Kereta Api Semi Cepat Jakarta-Surabaya memakan waktu hingga empat tahun.

Kesepakatan proyek itu sudah ditandatangani sejak 2019 dengan Badan Kerjasama Internasional Jepang atau Japan Internasional Cooperation Agency (JICA). Saat ini proyek tersebut masih dalam tahapan feasibility study (FS) atau studi kelayakan.

"Kita harapkan dalam waktu setahun atau maksimal dua tahun kita finalisasi berkaitan dengan FS. Waktu pelaksanaan proyeknya dua sampai empat tahun," kata Budi dalam konferensi pers, Rabu (22/6).

Dalam proyek tersebut dibutuhkan alignment atau penyesuaian rancangan jalur kereta api sesuai syarat yang harus dipenuhi, misalnya terkait lebar jalan rel, kelandaian dan sebagainya.

Budi menjelaskan, nantinya jalur Kereta Api Semi Cepat Jakarta-Surabaya tidak memiliki lengkungan yang banyak. "Kita membuat suatu lintasan yang lebih datar dan lintasan yang tidak meliuk. Ini akan praktis, lebih straight (lurus) dari Kota Jakarta sampai Surabaya," ungkapnya.

Proyek tersebut akan dibagi dalam dua tahapan. Pertama, jalur akan dibuat dari Jakarta hingga Semarang, lalu dari Semarang menuju Surabaya.

Menhub juga menyampaikan dengan selesainya proyek itu akan memangkas perjalanan waktu dari Jakarta-Surabaya. "Apabila bisa berjalan lancar, Jakarta ke Surabaya bisa ditempuh 6 jam," ucapnya.

Soal jumlah investasi proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya, Menhub enggan memberikan keterangan yang detail. Pihaknya bersama Pemerintah Jepang masih fokus pada tahapan FS tersebut. Serta upaya mensterilkan sekitar 800 pintu perlintasan sebidang di sepanjang jalur kereta ini. "Kalau bicara biaya, baru akan kita ketahui pasti pada saat selesai dilakukan FS," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT