22 June 2022, 07:37 WIB

Israel akan Boyong Pekerja Konstruksi dan Perawat Maroko


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Menahem Kahana.
 AFP/Menahem Kahana.
Ayelet Shaked.

ISRAEL mencapai kesepakatan dengan Rabat pada Selasa (21/6) untuk membawa pekerja konstruksi dan perawatan kesehatan Maroko ke negara Yahudi itu. Demikian disampaikan kantor Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked ketika dia mengunjungi kerajaan itu.

"Tujuannya dalam waktu satu bulan untuk memulai percontohan membawa pekerja perawatan dan pekerja konstruksi dari Maroko ke Israel," ujar satu pernyataan mengutip Shaked. Dia menandatangani perjanjian itu selama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita.

Israel dan Maroko menjalin kembali hubungan diplomatik pada Desember 2020 di bawah kesepakatan yang dimediasi oleh pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump yang juga membuat Washington mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat yang disengketakan. Maroko menganggap wilayah gurun yang luas dan kaya sumber daya sebagai bagian integral dari wilayahnya, tetapi gerakan Polisario yang didukung Aljazair telah mencari kemerdekaan di sana sejak pasukan kolonial Spanyol mundur pada 1975.

Baca juga: Sejumlah Perusahaan Mesir dan Saudi Teken Kesepakatan US$7,7 Miliar

Perbaikan hubungan kerajaan Afrika Utara dengan Israel menyalakan kembali persaingan lama dengan Aljazair yang pada Agustus tahun lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Rabat. Aljazair beralasan ada tindakan bermusuhan dan hubungan Maroko--termasuk pada masalah militer dan keamanan--dengan entitas Zionis, mengacu pada Israel.

Pada Selasa, "Secara terbuka menyatakan untuk pertama kalinya dukungan Israel atas kedaulatan Maroko" atas wilayah yang disengketakan," kata kantornya. Kunjungannya dilakukan saat Maroko menjadi tuan rumah latihan militer tahunan besar-besaran yang dipimpin AS yang melibatkan sekitar 7.500 personel dari 10 negara termasuk Prancis dan Inggris. Untuk pertama kali, latihan itu juga melibatkan pengamat militer Israel. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT