21 June 2022, 21:33 WIB

Sejumlah Perusahaan Mesir dan Saudi Teken Kesepakatan US$7,7 Miliar


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Kepresidenan Mesir.
 AFP/Kepresidenan Mesir.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi (kanan) menerima Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud di Kairo. 

SEJUMLAH perusahaan Arab Saudi dan Mesir menandatangani perjanjian senilai total US$7,7 miliar selama kunjungan putra mahkota Saudi ke Kairo. Ini disebutkan media dari kedua negara.

Kesepakatan itu terkait dengan, "Infrastruktur, layanan logistik, manajemen pelabuhan, pertanian pangan, industri farmasi, bahan bakar fosil dan energi terbarukan, serta keamanan siber," dan bernilai US$7,7 miliar, kata harian Mesir Al-Ahram.

"Empat belas perjanjian investasi senilai lebih dari 29 miliar riyal (US$7,7 miliar) ditandatangani antara sekelompok perusahaan Saudi terkemuka dalam berbagai kegiatan ekonomi dan beberapa perusahaan serta otoritas Mesir," kata media Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah Saudi di Twitter.

Kementerian Investasi Saudi mengatakan perjanjian itu bertujuan meningkatkan investasi dan kerja sama ekonomi antara kedua negara.

Baca juga: Cari Investasi, Lusinan Pengusaha Israel Masuk Saudi dengan Visa Khusus

Perdagangan antara Mesir dan kerajaan melonjak lebih dari 62% tahun lalu dibandingkan dengan 2020 atau mencapai US$9,1 miliar, menurut angka resmi Mesir.

Orang Mesir yang bekerja di Arab Saudi merupakan sumber mata uang asing yang penting. Transfer para pekerja itu senilai lebih dari US$11 miliar pada tahun keuangan 2020-2021. Angka ini naik lebih dari 17% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Mesir--yang berjuang dengan inflasi, tagihan belanja infrastruktur yang besar, dan devaluasi mata uang--sedang dalam pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional untuk pinjaman baru.

Negara terpadat di dunia Arab, Mesir, memiliki anggaran negara sekitar US$160 miliar dan bergulat dengan utang publik yang mencapai sekitar 90% dari produk domestik bruto.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman memulai kunjungan dua hari ke Mesir pada Senin (20/6) malam, sebelum ke ke Yordania dan Turki.

Baca juga: Cerita Pengusaha Israel saat Berada di Saudi

Perjalanan itu dilakukan beberapa minggu sebelum kunjungan ke Arab Saudi oleh Presiden AS Joe Biden, yang pemerintahannya akhir-akhir ini berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Riyadh, meskipun dia sebelumnya menyebut kerajaan itu sebagai negara paria.

Kunjungan Pangeran Mohammed ke Turki pada Rabu (22/6) akan menjadi kunjungan pertamanya sejak hubungan dilanda pembunuhan dan mutilasi jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Istanbul Arab Saudi paad 2018.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada akhir April mengunjungi Arab Saudi. Ia secara terbuka memeluk putra mahkota dalam perjalanan pertamanya di sana sejak pembunuhan itu. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT