21 June 2022, 13:56 WIB

Presiden: Perkuat Pangan dan Energi untuk Hadapi Krisis


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Antara/Biro Pers Istana Kepresidenan
 Antara/Biro Pers Istana Kepresidenan
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan krisis global yang luar biasa sudah semakin di depan mata. Pandemi covid-19 yang kemudian diperparah dengan perang antara Rusia dan Ukraina menjadi pemicunya.

Berdasarkan data lembaga-lembaga internasional seperti Bank Dunia, IMF dan Perserikatan Bangsa-bangsa, sebanyak 42 negara sudah berjalan menuju keambrukan ekonomi.

“Baru kemarin saya mendapat informasi. Ada 60 negara yang akan ambruk ekonominya. Sekarang 42 negara dipastikan sudah menuju ke sana,” ujar Jokowi dalam Rakernas II PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (21/6).

Ia pun menggambarkan krisis yang terjadi saat ini sangat mengerikan. Krisis saat ini berbeda dengan kegentingan-kegentingan yang pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Kontraktor Swasta Turut Dukung Pembangunan Infrastruktur di Tanah Air

“Sekarang ini kita betul-betul dalam keadaan yang tidak mudah. Beberapa krisis pernah kita alami, tetapi ini bertubi-tubi. Krisis karena pandemi, baru mau pulih kemudian ada perang dan merembet kemana-mana, masuk ke krisis pangan, krisis energi, krisis keuangan,” jelasnya.

Jokowi mengatakan beberapa dari 42 negara yang disebut lembaga-lembaga dunia sekarang sudah tidak lagi memiliki anggaran untuk memenuhi kebutuhan hidup penduduk mereka. Celakanya, mereka juga tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi pangan atau energi di dalam negeri. Negara-negara tersebut terlalu bergantung pada impor dari negara-negara lain.

“Sudah ada satu, dua, tiga negara yang mengalami itu. Mereka tidak punya cadangan devisa, tidak bisa beli BBM, tidak beli tidak bisa beli pangan, tidak bisa impor pangan. Karena pangan mereka, energi mereka impor semua,” tutur mantan wali kota Solo itu.

Dari persoalan bangsa lain itu, ia meminta Indonesia belajar. Jangan sampai bangsa ini terlalu menggantungkan nasib pada negara-negara lain.

“Oleh sebab itu kita harus bergotong-royong membangun kemandirian pangan dan energi, berdikari di urusan pangan dan energi. Itu harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan,” tandasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT