20 June 2022, 14:26 WIB

Cangkang Sawit Peluang Ekspor Energi Baru Terbarukan Indonesia


Mediaindonesia.com | Ekonomi

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
Presdir SKY Yoshiyuki Kawamura (kiri) bersama CEO PTPN V Jatmiko K Sentosa sepakat kolaborasi kebutuhan bahan baku demo plant black pellet.

PERMINTAAN ekspor cangkang sawit meningkat secara dramatis dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Harganya juga semakin melejit. Untuk itu, industri ekspor cangkang sawit memiliki prospek besar bagi Indonesia karena mampu meningkatkan neraca perdagangan.

Itu disampaikan Presiden Direktur PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) Yoshiyuki Kawamura dalam acara syukuran atas pencapaian terbaru dalam mengekspor cangkang sawit yang keempat kali, pekan lalu, di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Menurutnya, cangkang sawit merupakan alternatif energi atau bahan bakar baru yang sudah diakui oleh dunia untuk menggantikan batu bara di tengah kebutuhan dekarbonisasi dan pengurangan emisi karbondioksida atau CO2.

"Dalam masyarakat modern saat ini, semua aktivitas sangat bergantung pada energi. Di sisi lain, negara-negara di seluruh dunia mendukung lingkungan global yang berkelanjutan. Tujuan kami ialah ikut menjaga lingkungan global dengan mengurangi bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara. Karena itulah kami berfokus pada cangkang sawit sebagai bahan bakar biomassa sehingga dapat secara siginifikan mengurangi emisi karbon," tuturnya.

Yoshiyuki bercerita bahwa ketika pertama kali mengunjungi Buton, dia memiliki cita-cita untuk membuat bisnis cangkang sawit dan ingin sukses di bidang ini. Kemudian sejak satu setengah tahun lalu pada awal 2021, dia berhasil memulai bisnis ini dan membangun stockpile di Tanjung Buton.

"Sebelumnya kami mengekspor tiga kali ke Jepang dan beberapa negara lain. Kami memiliki berbagai pengalaman, pengetahuan, dan keberhasilan sekaligus kegagalan. Sekarang kami akan mengekspor untuk keempat kali sehingga PT SKY telah mengekspor sedikitnya 44 ribu MT cangkang sawit dalam empat kali pengapalan," katanya.

SKY ialah perusahaan joint venture (JV) dua perusahaan, yaitu Hayashiroku Co Ltd (Osaka, Jepang) dan The Sakura Green Ltd (Osaka, Jepang). Kedua perusahaan ini bersepakat dalam pengolahan dan ekspor cangkang sawit untuk memasok kebutuhan pembangkit listrik tenaga biomassa dan industri di Jepang.

Baca juga: Meksiko Teken Kesepakatan Tenaga Surya dengan 17 Perusahaan AS

Wakil Presiden Yamashina Masami sebagai perwakilan Hayashiroku Co Ltd menyatakan banyak pembangkit listrik biomassa yang akan dimulai dalam 10 tahun ke depan dan akan terus meningkat di Jepang. Pihaknya bertujuan berinvestasi jangka panjang di Buton dan mengekspor cangkang sawit ke Jepang untuk waktu yang lama. Diharapkannya hubungan kedua negara (Jepang dan Indonesia) berkembang secara signifikan di bawah hubungan saling percaya.

Saat ini, PT SKY sedang mengembangkan project terbarunya berupa black pellet, energi baru yang juga merupakan bahan bakar biomassa untuk generasi selanjutnya dan berpotensi tumbuh menjadi industri seperti cangkang sawit. "Black pellet yang kami kembangkan menggunakan material yang belum terindustrialisasi di Indonesia saat ini. Kami akan melakukan eksperimen pembuatan black pellet kami di Buton, membangun demo plant, dan menarik orang-orang dari seluruh dunia dalam waktu dekat," ungkap Yoshiyuki.

Acara syukuran New SKY Blessing turut diisi dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) sebagai kesepakatan atau perjanjian kerja sama antara pihak PT Sinergi Kharisma Yuda dan PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) untuk perihal kebutuhan raw material untuk project demo plant black pellet di Tanjung Buton. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT