18 June 2022, 22:35 WIB

IFAD Apresiasi Kementan Jalankan Program Regenerasi Petani


mediaindonesia.com | Ekonomi

dok.ist
 dok.ist
 Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana (ke-2 kiri) diskusi dengan Country Director IFAD, Ivan Cossio Cortez [kanan]

KEMENTERIAN Pertanian RI bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), menciptakan wirausahawan milenial tangguh dan berkualitas melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). IFAD telah menggelontorkan sekitar US$55,3 juta bagi Program YESS selama enam tahun di Indonesia, sejak 2019 hingga 2025.

"Indonesia harus menjalankan pertanian efektif, efisien dan transparan melalui pengembangan pertanian maju, mandiri dan modern yang dimotori oleh petani milenial. Melalui sinergi dengan IFAD, Kementan berupaya meningkatkan regenerasi melalui pengembangan petani milenial sekaligus memastikan bahwa bertani itu keren,” kata Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Sabtu (18/6)

Mentan Syahrul mengingatkan, pengelolaan pertanian harus dilakukan secara baik dan mengutamakan kepentingan rakyat. Terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19, sektor pertanian terbukti mampu menopang basis ekonomi dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengharapkan melalui Program YESS akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi SDM dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausahawan muda di bidang pertanian.  

"Kementan mendorong pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi," katanya.

Menurut Dedi, Program YESS sangat mendukung dalam pengembangan SDM pertanian, dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pertanian di pedesaan secara optimal, profesional, menguntungkan dan berkelanjutan tentunya mereka akan siap menghadapi era milenial.

Kunjungan IFAD

Guna memastikan progres dari Program YESS, Country Director - Head of the South East Asia and Pacific Hub IFAD, Ivan Cossio Cortez; IFAD - Asia Pacific Regional Director, Reehana Raza; Lead Portfolio Advisor - Asia and the Pacific Division, Chicca Liam melakukan kunjungan ke beberapa lokasi penerima manfaat program YESS di Provinsi Jawa Timur pada Jumat (17/6).

Tim IFAD pun berkesempatan untuk berdiskusi dengan delapan penerima Hibah Kompetitif (HK) perwakilan dari Jawa Timur. Tim IFAD pun menanyakan langsung terkait nominal HK yang didapatkan? Bagaimana peran mentor sejauh ini? Ilmu apa yg diberikan oleh mentor?.

Ghosiyatul Wakhidah, 36, salah satu petani paprika dari Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Penerima manfaat HK yang telah mengembangkan budidaya paprika aneka varian di tiga lokasi lahan dengan total luasan lahan 3.900 m2 sebanyak 12.000 tanaman.  

Ghosiyatul sangat berbangga hati di Reagan Farm yang merupakan lokasi usaha miliknya tim IFAD, dalam hal ini penyandang dana progam YESS dapat hadir lagsung.

“Alhamdulillah, Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu lokasi program YESS. Alhamdulillah lagi, saya juga menjadi salah satu penerima manfaatnya. Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan dikunjungi langsung oleh Tim IFAD. Ini akan menjadi pemacu semangat kami semua untuk jauh lebih maju lagi mengembangkan sektor pertanian,” katanya.

Dia pun menceritakan setelah menerima manfaat HK pada 2021, omset budidaya paprika mencapai kisaran Rp50 juta per bulan dengan jaringan pemasaran e-Commerce, Tani Hub.  

“Kami mensuplai Tani Hub secara kontinyu, untuk itu kami sangat memperhatikan kualitas dan kuantitas mulai dari tanam, perawatan, panen hingga pasca panen. Untuk hasil panen yang tidak sesuai dengan grade Tani Hub kami jual di pasar lokal. Kami juga telah ada kontrak dengan Pizza Hut wilayah Jawa Timur untuk mensuply kebutuhan paprika”, tutupnya.

Lokasi Magang

Hadir mendampingi Tim IFAD, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BBPPSDMP Kementan (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Setya Budhi Udrayana; Penanggung Jawab PPIU Provinsi Jawa Timur serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu yang sangat antusias seraya menyampaikan potensi pertanian Pasuruan di pertanian.

Disampaikan pula rencana ke depan bagi pengembangan pertanian yang diarahkan pada pembentukan klusterisasi produk pertanian.

Selain bertemu perwakilan penerima HK, Ivan Cossio Cortezdan koleganya mengunjungi lokasi pemagangan. Bertemu dengan alumni pemagangan Program YESS dan Dinas Ketenagakerjaan setempat, Tim IFAD memasikan benefit apa yang didapatkan oleh peserta pemagangan? Ilmu apa yang didapatkan? Apakah ilmunya bermanfaat untuk kehidupannya sekarang?

IFAD juga menanyakan apa benefit yang didapatkan oleh KSU Tunas Setya Baru selaku salah satu lokasi tempat permagangan. Hal yang menarik, ternyata tempat pemagangannya memiliki semangat yang tinggi untuk bergerak mendukung regenerasi pertanian.  

Hal itu pula yang menjadi salah satu alasan mendasar pemilihan KSU Tunas Setya Baru bersama Program YESS untuk turut mendongkrak regenerasi petani di Indonesia khususnya di Provinsi Jawa Timur.

Besar harapannya agar mereka yg telah magang di KSU Tunas Setya Baru memiliki semangat untuk tetap bergerak di bidang pertanian dan dapat mengaplikasikan ilmunya.

Beberapa kali Tim IFAD menyatakan apresiasinya terhadap pelaksanaan program YESS di Indonesia. Reehana Raza menyampaikan bahwa IFAD sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh petani muda maupun alumni program pemagangan.  

“Antusiasme mereka sebagai generasi milenial sangat  tinggi untuk bergerak di bidang pertanian  dan ini sangat menginspirasi," katanya.

Reehana Raza menambahkan, tentunya mereka juga didukung oleh peran management team yang bekerja keras untuk mengidentifikasi penerima manfaat, mendampingi mereka dalam pengembangan bisnisnya melalui pelatihan dan pendampingan. (OL-13)

Baca Juga: Integrasi Badan Riset Daerah Tumpuan Lahirnya Kebijakan Berbasis Data

BERITA TERKAIT