17 June 2022, 10:54 WIB

Dukung Pembangunan Infrastruktur Indonesia, Matrade Bawa 15 Perusahaan Malaysia ke MEGABUILD Jakarta 2022


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Dok. Matrade
 Dok. Matrade
Booth Matrade di MEGABUILD Jakarta 2022

PERMINTAAN jasa konstruksi dan bahan bangunan di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan seiring pembangunan infrastruktur yang terus dikebut. Di sisi lain, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) juga ikut mendongkrak permintaan jasa konstruksi dan bahan bangunan.

Mendukung pembangunan tersebut, Malaysia External Trade Development Corporation (Matrade) ikut serta dalam ajang MEGABUILD Jakarta 2022 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, 16-19 Juni dengan memboyong 15 perusahaan asal Negeri Jiran itu.

Trade Comissioner of Matrade Jakarta Har Man Ahmad menjelaskan, tujuan utama dari keikutsertaan ini adalah untuk mempromosikan produk dan layanan Malaysia, menjajaki peluang bisnis serta berkolaborasi dengan mitra strategis Indonesia yang potensial dalam proyek terkait konstruksi.

Diantara produk dan layanan yang akan dipromosikan di Megabuild 2022 antara lain arsitektur, teknik, manajemen proyek & jasa konstruksi, penerangan penerbangan, pelapis kaca, dan tangki air.

Selain itu, produk ramah lingkungan dan berkelanjutan seperti tenaga surya dan solusi pengisi daya EV juga akan dipamerkan di Paviliun Malaysia.

"Even ini digelar untuk berkolaborasi, dan saat ini ada 5 perusahaan yang bergerak di bidang plastik, kebanyakan produk-produk ini tidak ada di Indonesia, sehingga kami perlu mengembangkan di sini," ujar Har Man Ahmad dalam keterangannya.

"Kebanyakan produk-produk  mereka ini tidak ada di Indonesia, sehingga kami perlu mengembangkan di sini (Indonesia)," imbuhnya.

Baca juga : JBS Perkasa Kenalkan Pintu Dynasty, Pintu Rumah dengan Fitur Keamanan Mirip Brankas

Har Man Ahmad mengatakan, sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Indonesia menawarkan peluang signifikan untuk bisnis di berbagai sektor. 

Awal tahun ini, DPR RI mengesahkan RUU Ibu Kota menjadi undang-undang agar pembangunan ibu kota negara yang baru bisa dibangun. Rencananya relokasi ke Provinsi Kalimantan Timur akan dimulai pada awal 2024. Nusantara, ibu kota baru, akan dibangun di atas lahan seluas 632.850 hektar, hampir empat kali luas Jakarta.

"Dengan demikian, proyek ambisius itu akan menarik investor dari berbagai industri secara global. Nusantara akan membutuhkan infrastruktur jaringan dan fisik, antara lain termasuk utilitas perkotaan, jalan tol. manufaktur, pelabuhan laut dan bandara, serta jaringan dan komunikasi," ujar Har Man Ahmad.

Karena itu, Kaltim diprediksi akan tumbuh siginifikan dalam investasi nil. Perusahaan Malaysia pun didorong untuk menjajaki peluang bisnis di Nusantara melalui jaringan Matrade.

Beberapa proyek potensial yang sudah tersedia antara lain Proyek Rebana di Jawa Barat yang dapat menjadi katalis bagi perusahaan Malaysia untuk lebih hadir di Indonesia, terutama di ibu kota baru di Kalimantan Timur. 

Selain Megabuild Indonesia 2022. Matrade juga akan mengoordinasikan partisipasi perusahaan Malaysia dalam pameran perdagangan internasional lainnya termasuk Acetech Mumbai (10-13 November 2022) dan The Big 5 Dubai (5-8 Desember 2022) untuk lebih membantu eksportir Malaysia dalam mengamankan pasar baru. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT