16 June 2022, 22:26 WIB

Iran Sebut Irak Bayar Utang Gas Senilai US$1,6 Miliar


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Kepresidenan Venezuela.
 AFP/Kepresidenan Venezuela.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Perminyakan Iran Javad Owji (kiri) di Teheran, pada 13 Juni 2022. 

IRAN mengatakan pada Kamis (16/6) bahwa pihaknya menerima US$1,6 miliar dari Irak sebagai pelunasan sebagian dari utangnya sejak 2020. Utang tersebut terkait pasokan gas dari Iran.

"Setelah berbulan-bulan negosiasi, tunggakan US$1,6 miliar untuk ekspor gas ke Irak telah diterima," kata Menteri Perminyakan Iran Javad Owji, dikutip oleh kantor berita Shana.

Baghdad telah dijadwalkan untuk membayar jumlah itu ke Teheran sebelum awal Juni.

Utang tersebut berasal dari 2020, tetapi pembayaran terhenti di tengah sanksi terhadap Iran oleh Amerika Serikat.

Teheran telah berulang kali memotong pasokan gas untuk memaksa Baghdad melunasi utangnya, yang menurut Shana berjumlah US$5 miliar pada September.

Wakil menteri perminyakan Iran, Majid Chegeni, mengatakan bulan lalu bahwa kesepakatan telah dicapai dengan Irak untuk membayar tunggakan US$1,6 miliar pada akhir Mei.

Baca juga: Uni Eropa Teken Impor Gas dengan Mesir dan Israel

Meskipun cadangan minyak dan gasnya sangat besar, Irak tetap bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi.

Iran menyediakan sepertiga dari kebutuhan gas dan listrik Irak, tetapi pasokan secara teratur dipotong atau dikurangi. Ini memperparah kekurangan yang disebabkan oleh beban harian. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT