16 June 2022, 22:17 WIB

Ini Harapan Kadin Pada Mendag Zulhas


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara/Asprilla Dwi Adha
 Antara/Asprilla Dwi Adha
Mendag Zulkifli Hasan meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Cibubur

KAMAR Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta Menteri Perdagangan terbaru Zulkifli Hasan atau biasa disapa Zulhas untuk mengembalikan kepercayaan konsumen.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menuturkan, kebutuhan pokok pangan untuk masyarakat harus dipastikan pada posisi stok yang terjamin dengan stabilisasi harga yang stabil.

"Kita pelaku usaha mengharapkan Pak Zulhas mampu mengembalikan tingkat kepercayaan konsumen, juga psikologi pasar harus dijaga," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (16/6).

Harga pokok pangan yang rentan naik harus dilakukan pengawasan dan pengendalian baik dari sisi stok dan harga seperti daging, gula, telor, cabai, beras termasuk tepung dan lainnya.

Karena berbagai komoditi pokok pangan ini bukan hanya untuk kebutuhan masyarakat langsung, tapi juga menjadi bahan baku pelaku usaha UMKM seperti di warung makan maupun di restoran.

"Sehingga ketersediaan atau demand dan supply harus terjaga untuk menghindari gejolak harga," kata Sarman.

Baca juga : Epic Sale dengan Diskon Besar Dongkrak Jumlah Pemesanan Konsumen

Ia berujar, kebijakan mengutamakan produk lokal menjadi skala prioritas. Namun, Kadin menilai jika harus melakukan impor harus tepat waktu dan terukur, sehingga dari sisi stok tetap terjamin.

Kemudian Zulhas juga diminta fokus melakukan pembenahan, pengawasan, hingga penertiban perusahaan pialang berjangka dan platform trading ilegal melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Aktivitas bodong yang kerap bermunculan dinilai merugikan masyarakat dengan iming-iming profit yang tinggi.

"Ini harus diseriusi oleh Mendag, sehingga kedepan ada lagi korban praktek investasi bodong yang banyak memakan korban," pungkasnya.

Dunia usaha, lanjut Sarman, berharap Menteri Perdagangan yang baru dapat menciptakan iklim tata niaga yang kondusif untuk kepentingan konsumen dan pelaku usaha. (OL-7)

BERITA TERKAIT