16 June 2022, 19:14 WIB

Harga Pangan Naik, Pakar : Sulit Melawan Tren Global


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara/Indrianto Eko Suwarso
 Antara/Indrianto Eko Suwarso
Pedagang bawang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta menanti pembeli

GURU Besar IPB University Hermanto Siregar berpandangan, adanya tren kenaikan inflasi global menyebabkan meningkatkan harga-harga pangan di hampir seluruh negara termasuk di Indonesia.

Seperti diketahui, sejak Februari hingga saat ini konflik antara Rusia-Ukraina masih berlanjut. Suplai komoditas seperti gandum ikut tersendat akibat perang tersebut. Indonesia pun masih bergantung pada impor produk pangan, mulai dari gandum, gula hingga kedelai.

"Tentu sangat sulit untuk melawan tren global. Kita pun masih bergantung pada impor komoditas gandum dan gula," ucap Hermanto kepada Media Indonesia, Kamis (16/6).

Selain itu, ia menjelaskan, ada masalah risiko perubahan iklim yang mengganggu produksi beberapa tanaman pangan. Sehingga, hal ini mempersulit upaya menstabilkan harga pangan di dalam negeri.

Terakhir, yang disoroti Hermanto, masih persoalan koordinasi kebijakan antar lembaga soal penanganan pangan. 

"Kebijakan ini relatif sulit mensinergikan kebijakan lintas kementerian dan lembaga," tudingnya.

Untuk masalah belum turunnya harga minyak goreng curah dianggap Hermanto, cukup mengganggu masyarakat kecil yang hampir setiap hari menggunakan minyak goreng dalam menyiapkan makanannya.

Baca juga : Sri Mulyani Apresiasi Peran Akademisi dalam Presidensi G20

Yang lebih terasa dampaknya juga ialah para pedagang gorengan maupun warung-warung makan sederhana.

"Ini memang terdampak karena tiap hari digunakan dan cukup mengganggu juga terhadap daya beli mereka," kata dia.

Terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat mengunjungi Pasar Cibubur di Jakarta Timur menjelaskan, harga cabai rawit merah masih naik 30% dari Rp80 ribu per kilogram (kg), melonjak menjadi Rp110 ribu per kg.

Lalu, bawang merah naik 20%. Harga telur ayam juga ikut melonjak dari Rp26 ribu per kg menjadi Rp29 ribu. Harga kedelai masih tinggi, dari Rp7-8 ribu per kg, menjadi Rp12 ribu per kg.

Selain masalah cuaca esktrem, Ia mengaitkan ini dengan persoalan ketergantungan Indonesia pada impor pangan di tengah disrupsi global, sehingga membuat harga-harga pangan melonjak tinggi.

"Kita akan selesaikan bareng-bareng. Tentu tidak mudah, apalagi menyangkut pangan impor. Kenapa ayam naik, itu pakannya karena jagungnya juga impor. Jadi, kita masih tergantung impor," kata Mendag. (OL-7)

BERITA TERKAIT