16 June 2022, 18:42 WIB

Sri Mulyani Apresiasi Peran Akademisi dalam Presidensi G20


Adiyanto | Ekonomi

dok:Humas UI
 dok:Humas UI
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama para pembicaraInternational Conference  on G20 bertajuk “Boosting Indonesia’s Role in G20 Presidency 20

Presidensi G20 menggarisbawahi pentingnya kolaborasi secara inklusif setiap negara sehingga setiap warga negara, termasuk kelompok rentan mendapat manfaat dari tindakan, kebijakan, dan rekomendasi G20.

Tahun ini Indonesia memiliki momentum untuk memberikan warisan internasional melalui Presidensi G20. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani ini adalah waktu yang sangat tepat  dan menarik sekaligus menantang, baik dari segi waktu maupun situasi yang harus dikelola, khususnya oleh Indonesia dalam melaksanakan Presidensi G20.

“Karena, situasi global saat ini berubah  dengan sangat dramatis dan kita dihadapkan dengan ketidakpastian. Seperti yang kita ketahui bersama,  bahwa 2022 diharapkan menjadi tahun pemulihan (recovery). Oleh sebab itu, ketika Indonesia  memutuskan untuk mengambil alih Presidensi G20 dari India, kami mengusung tema semangat pulih  bersama (recover together, recover stronger),” ujar Sri Mulyani, saat menjadi salah satu pembicara kunci pada Universitas Indonesia (UI) International Conference  on G20 bertajuk “Boosting Indonesia’s Role in G20 Presidency 2022” yang dilaksanakan secara luring  dan daring, di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (16/6).

Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasinya pada UI yang telah menjadi bagian dari Presidensi G20 dan berperan penting selama proses G20. UI memiliki begitu banyak sivitas akademika untuk  mendedikasikan hidupnya atau selalu berpikir ke depan. Para akademisi ini dapat memberikan solusi  dari berbagai permasalahan yang saat ini sedang dihadapi Indonesia dan dunia.

“Jika kita semua mengerahkan upaya dan energi untuk mengatasi masalah yang secara strategis penting bagi manusia  dan kemanusiaan di dunia, dengan begitu UI akan benar-benar menjadi Guru Bangsa,” kata Sri  Mulyani.

Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro menyambut antusias kehadiran Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto yang menjadi keynote speaker di acara ini. Menurut Ari konferensi ini diselenggarakan guna memperkuat  peran UI sebagai salah satu universitas mitra pemerintah yang berkontribusi pada kebijakan kebijakan berbasis riset dalam bidang sains, teknologi, kesehatan, seni dan budaya, dan juga sebagai bagian dari kerja sama global.

“UI memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung kepemimpinan Indonesia dalam G20. UI  memainkan peran strategis dalam mengadakan diskusi dan dialog tentang isu-isu penting dan  berkontribusi secara intelektual pada prioritas utama Presidensi G20 Indonesia,” ujar Ari.

Lebih lanjut Rektor UI mengungkapkan bahwa para peneliti UI telah merumuskan pemikirannya ke dalam draft policy brief. “Sebanyak 43 rekomendasi kebijakan pada tiga isu prioritas serta isu lintas sektoral dan ide dari forum T20 telah dipresentasikan dan didiskusikan kemarin pada hari pertama  konferensi,” katanya.

Ia menambahkan, hasil dari diskusi tersebut akan dikompilasi sebagai policy brief, yang diharapkan  dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi tiga isu prioritas Presidensi G20 Indonesia. Dalam  kesempatan itu, Rektor UI dengan bangga menyampaikan kontribusi lain UI untuk Presidensi G20  Indonesia, yaitu dengan menyerahkan Bus Listrik UI ke pemerintah yang akan digunakan pada G20 Summit di Bali November 2022. (RO/M-4)

BERITA TERKAIT