15 June 2022, 15:56 WIB

Impor Indonesia Turun 5,81% pada Mei 2022


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara
 Antara
KM Doro Londa melempar tali sebelum bersandar dengan latar belakang bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (19/5

NILAI impor Indonesia tercatat sebesar US$18,61 miliar pada Mei 2022. Capaian itu mengalami penurunan 5,81% dari April 2022 yang mencapai US$19,76 miliar. Penurunan terjadi akibat penurunan impor minyak mentah.

"Impor migas turun karena ada penurunan nilai impor komoditas minyak mentah sebesar 43,21%," ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto dalam konferensi pers, Rabu (15/6).

Nilai impor migas pada Mei 2022 tercatat sebesar US$3,35 miliar, turun 12,07% dari bulan sebelumnya yang sebesar US$3,81 miliar. Demikian halnya dengan impor nonmigas yang turun 4,31% dari US$15,94 miliar ke US$15,26 miliar.

Setianto mengatakan, penurunan impor terjadi di seluruh komponen penggunaannya. Impor konsumsi tercatat turun 10,77% dari bulan sebelumnya (month to month/mtm), impor bahan baku/penolong turun 5,62% (mtm), dan impor barang modal tercatat turun 3,62% (mtm).

Buah-buahan dan sayuran menjadi komoditas yang menyebabkan impor barang konsumsi menurun. Sementara bahan bakar mineral, besi dan baja menjadi pendorong utama menurunnya impor bahan baku/penolong.

"Sedangkan barang modal yang impornya turun 3,62%, didorong oleh penurunan komdotas mesin, perlengkapan elektrik dan bagiannya, serta kendaraan dan bagiannya," kata Setianto.

Berdasarkan asal negaranya, kegiatan impor Indonesia paling besar dilakukan dengan Australia, nilainya mencapai US$187,1 juta. Sedangkan penurunan impor terdalam terjadi dengan Argentina sebesar US$156,7 juta.

Adapun Tiongkok menjadi negara pangsa impor terbesar Indonesia dengan nilai US$5,07 miliar dan pangsanya mencapai 33,25%. Jepang dan Thailand mengekor dengan nilai impor US$1,26 miliar dan US$0,93 miliar, pangsa kedua negara yakni 8,27% dan 6,07% dari total impor Indonesia. (Mir)

BERITA TERKAIT