14 June 2022, 20:01 WIB

Uni Eropa Mantap Impor Gas Israel akibat Perang Rusia-Ukraina


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Maya Alleruzzo.
 AFP/Maya Alleruzzo.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kiri) berfoto dengan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid.

UNI Eropa ingin memperkuat kerja sama energi dengan Israel. Pasalnya, penggunaan pasokan gas Rusia dinilai memeras anggotanya atas konflik Ukraina. 

"Kremlin telah menggunakan ketergantungan kami pada bahan bakar fosil Rusia untuk memeras kami," kata Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Selasa (14/6), dalam pidato di Universitas Ben Gurion di kota Beersheba, Israel selatan. "Sejak awal perang, Rusia dengan sengaja memutuskan pasokan gasnya ke Polandia, Bulgaria, dan Finlandia, serta perusahaan-perusahaan Belanda dan Denmark sebagai pembalasan atas dukungan kami ke Ukraina."

Namun tindakan Moskow itu, "Hanya memperkuat tekad kami untuk membebaskan diri dari ketergantungan kami pada bahan bakar fosil Rusia," katanya. Ia mencatat bahwa UE sedang menjajaki cara-cara untuk meningkatkan kerja sama energi dengan Israel melalui kabel listrik bawah air dan pipa gas di Mediterania timur.

Baca juga: Penulis Israel Pendukung Hak Palestina AB Yehoshua Meninggal Dunia

Israel mengekspor gas ke Mesir. Beberapa di antaranya kemudian dicairkan dan dikirim ke Eropa. Peningkatan yang signifikan dalam ekspor gas akan membutuhkan investasi infrastruktur jangka panjang yang besar.

Dalam pembicaraan dengan Menteri Energi Karine Elharrar pada Senin, von der Leyen mengulangi, "Kebutuhan UE terhadap gas Israel," kata juru bicara menteri. Juru bicara itu mengatakan telah ada pembicaraan sejak Maret tentang pembentukan kerangka hukum untuk memungkinkan lebih banyak ekspor gas Israel ke Eropa melalui Mesir.

Pilihan lain yaitu proyek EastMed, proposal untuk pipa dasar laut yang menghubungkan Israel dengan Siprus dan Yunani. Namun pemerintahan Presiden AS Joe Biden mempertanyakan kelayakan proyek tersebut karena biayanya yang besar dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

Baca juga: Kepala UE dan PM Italia Pergi ke Israel untuk Impor Gas

Usulan lain yaitu jalur pipa yang menghubungkan Israel ke Turki. Hubungan Israel dengan Ankara telah mencair dalam beberapa bulan terakhir setelah lebih dari satu dekade hubungan dingin dan analis mengatakan keinginan Turki untuk proyek energi bersama sebagian telah memicu jangkauannya ke Israel. Proyek pipa itu akan menelan biaya US$1,5 miliar dan membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun untuk menyelesaikannya, menurut perkiraan.

Israel diperkirakan memiliki cadangan gas setidaknya satu triliun meter kubik. Penggunaan domestik selama tiga dekade mendatang diperkirakan tidak lebih dari 300 miliar. Von der Leyen dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Naftali Bennett, Selasa malam, sebelum melakukan perjalanan ke Mesir. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT