14 June 2022, 14:02 WIB

Ekspor Dibuka, Pemerintah Perluas Pasar CPO-Migor ke Pakistan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MI/belvania sianturi
 MI/belvania sianturi
Panen sawit di area perkebunan

PEMERINTAH emerintah Indonesia membuka kembali ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) dan produk turunannya termasuk minyak goreng per 23 Mei. Perluasan pasar ekspor dilakukan termasuk ke Pakistan.

“Pakistan bisa menjadi pasar yang potensial,” kata Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita pada pertemuannya dengan Menteri Industri dan Produksi Pakistan, Syed Murtaza Mahmud di Jakarta, Senin (13/6).

Menperin menjelaskan, pemerintah sedang menjalankan program percepatan distribusi CPO, refined bleached deodorized palm oil (RBDPO), dan used cooking oil (UCO) melalui ekspor sejak 7 Juni-31 Juli 2022.

“Hal ini dalam rangka optimalisasi dan stabilisasi produksi dan rantai perdagangan CPO, RBDPO, dan UCO,” tuturnya.

Program tersebut berlaku bagi seluruh eksportir, dengan alokasi ekspor ditetapkan sebesar 1 juta ton, dan setiap eksportir yang mengikuti program diberikan alokasi paling sedikit 10 ton kelipatannya.

Baca juga: Jokowi Kesal APBN-APBD Buat Beli Barang Impor

“Saya yakin terbitnya regulasi itu dapat mempercepat impor CPO dan turunannya ke Pakistan. Minyak sawit adalah produk dengan potensi ekspor terbesar dari Indonesia ke Pakistan,” ungkap Agus.

Ia berharap, pertemuan bilateral ini juga dapat memperluas hubungan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, yaitu dengan kelanjutan perundingan Indonesia-Pakistan Trade in Goods Agreement (IP-TIGA). Hal ini dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi kedua negara pasca-pandemi covid- 19.

Menperin optimistis, peningkatkan kerja sama di sektor industri dengan Pakistan akan mendongkrak kinerja ekspor nasional. Kemenperin mencatat, total perdagangan kedua negara mencatat pertumbuhan positif sebesar 6,65% selama 2017-2021 dan mencatat pertumbuhan positif sebesar 41,77% selama 2021-2022.

Pada 2021, total perdagangan bilateral mencapai US$3,9 miliar dengan total ekspor US$3,8 miliar dan impor dari Pakistan sebesar US$185 juta, yang keduanya didominasi oleh sektor nonmigas.

Dalam lima tahun terakhir, Indonesia terus mengalami nilai perdagangan yang positif. Pada 2021, nilai perdagangan tercatat sebesar US$3,6 miliar.

Sementara itu, penanaman modal dari investor Pakistan di Indonesia dari tahun 2018 hingga 2022 telah menggelontorkan total dana sebesar USD5,45 juta untuk 155 proyek. Sektor-sektor yang merealisasikan investasinya tersebut, antara lain industri makanan, tekstil, kayu, serta kimia dan farmasi. (OL-4)

BERITA TERKAIT