09 June 2022, 20:28 WIB

Kawasan Industrial Terpadu Weda Bay Serap 28 Ribu Pekerja Lokal


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Dok.MI
 Dok.MI
Tabel Penyerapan Tenaga Kerja di Weda Bay Industrial Park

DIBIDIK menjadi kawasan industri terpadu pertama di dunia yang mengolah sumber daya mineral, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Propinsi Maluku Utara, fokus mempekerjakan warga lokal.

General Manager Communication, CSR & Environtment IWIP Erry Kurniawan menuturkan, dari 2019 hingga akhir tahun ini, ditargetkan ada penyerapan kerja sebanyak 29.800 orang, dengan alokasi 28.000 dari tenaga kerja lokal.

"Ada kebangkitan tenaga kerja yang luar biasa disamping pembangunan konstruksi itu sendiri," ujarnya dalam Media Gathering di Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (9/6).

Pabrik di kawasan itu tengah memulai membangun fasilitas pengolahan industri hilir meliputi nikel, prekursor, hingga mengasilkan produk berupa Li-ion baterai untuk kendaraan listrik.

Untuk itu, ungkap Erry, dibutuhkan keterampilan yang memadai dari pekerja yang direkrut. Tenaga kerja asing (TKA) juga diakui dibutuhkan dalam mengoperasikan pabrik di kawasan tersebut.

"Karena teknologi yang dipakai sangat spesifik, kebanyakan dari Tiongkok. Untuk saat ini tenaga kerja asing lebih banyak mengurus instalansi," jelasnya.

Pada tahap awal TKA itu akan memulai masang segala instalansi yang dibutuhkan pabrik, lalu mereka diminta mentransfer teknologi ke pekerja lokal.

IWIP bakal merekrut 10.400 pekerja baru pada tahun ini saja. Angka tersebut melonjak 48,15% secara tahunan (year on year) dibandingkan dengan periode tahun lalu, di mana perusahaan memiliki 21.600 pekerja.

Dalam kesempatan yang sama, Corporate CSR IWIP Novri menerangkan, pihaknya tengah mempersiapkan program vokasi setara D1 yang akan diluncurkan tahun ini. Program ini dibuka selaras dengan kebutuhan tenaga kerja terampil di Industri.

Ia menyebut, program vokasi setara D1 ini sesuai dengan Level 3 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang partner operator dengan operator atau pelaksana ahli di bidang industri yang artinya semua lulusan siap bekerja di lapangan.

"Mahasiswa dari politeknik yang kita dirikan, bagi lulusan terbaik bisa langsung diterima di perusahaan kita," ucapnya.

Sebagai kawasan industri terpadu pengolahan logam berat yang terletak di Halmahera Tengah, IWIP telah berinvestasi sebesar US$15 miliar hingga 2024.

Dilansir laman resmi Kementerian Investasi/BKPM, PT Indonesia Bay Industrial Park (IWIP) merupakan perusahaan patungan dari tiga investor Tiongkok yaitu Tsingshan, Huayou, dan Zhenshi.

Bersama dengan mitra lokal, yaitu PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk di tahun 2018, untuk mengembangkan deposit bijih nikel dan 30kt/Ni Nickel Pig Iron smelter sebagai smelter pertama di dalam Kawasan Industri Weda Bay. (E-3)

BERITA TERKAIT