09 June 2022, 17:10 WIB

Langkah Indonesia Re Optimalkan Manajemen Risiko untuk Pulihkan Kinerja


Mediaindonesia.com | Ekonomi

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
Direksi Indonesia Re.

BUMN reasuransi, PT Reasuransi Indonesia Utama (persero) atau Indonesia Re mengoptimalkan manajemen risiko untuk mengakselerasi pemulihan kinerja dan mewujudkan pertumbuhan signifikan di 2022. Ada sejumlah langkah dalam memperkuat manajemen risiko.

Langkah pertama dalam optimalisasi manajemen risiko yaitu digitalisasi proses bisnis dan penyederhanaan alur kerja melalui supply chain management atau business process. Ini dilakukan tanpa mengurangi mitigasi risiko dan service level kepada ceding company.

Selanjutnya, perseroan membuat perencanaan skrenario klaim selama satu tahun ke depan. Skenario klaim tersebut dibuat dengan memanfaatkan data historis klaim pada tahun-tahun sebelumnya dengan turut mempertimbangkan kemungkinan terjadinya bencana alam dan kemungkinan melonjaknya kembali pandemi covid-19 di Indonesia. "Skenario ini didasarkan pada sejumlah insiden dan bencana mayor selama 2020-2021, seperti kebakaran di industri migas, restrukturisasi kredit, dan tentu klaim covid-19," papar Direktur Utama Indonesia Re Benny Waworuntu.

Benny melanjutkan, melalui skenario klaim ini, pihaknya memungkinkan tim underwriter untuk terus melakukan pengecekan terkait besar klaim riil yang tercatat sejalan dengan skenario. Jika melampaui skenario, dilakukan penyesuaian kebijakan proses underwriting dalam akseptasi bisnis untuk memastikan klaim yang tercatat pada akhir tahun tidak melewati atau bahkan lebih rendah dari skenario. 

"Proses underwriting menjadi kunci dalam memilah bisnis. Indonesia Re senantiasa menjaga proses underwriting tetap prudent, mendetail dan sesuai dengan underwriting guideline. Dengan demikian, Indonesia Re dapat terus memberikan layanan kapasitas reasuransi kepada ceding companies dan sekaligus secara simultan dapat menjaga portofolio dan memastikan bisnis dapat bertumbuh secara menguntungkan," ungkapnya.

BUMN asuransi itu pun meningkatkan pelayanan kepada industri terkait melalui New Excellent Service. Ini merupakan layanan pelaporan klaim yang memungkinkan ceding menerima pencairan klaim hanya dalam waktu 10 hari sejak persetujuan klaim.

Baca juga: Luhut : Ford Bakal ke Indonesia Bahas Investasi EV

Direktur Teknik Operasi Indonesia Re Delil Khairat memaparkan, dengan mengadopsi penggunaan data management service (DMS) dan workflow system memungkinkan akselerasi segala proses pengelolaan data, khususnya pelaporan klaim dari pihak ceding. "Bahkan secara statistik dari tahun ke tahun, pancairan dapat direalisasikan hanya 1-2 hari begitu semua data terverifikasi," ungkapnya.

Meskipun sektor reasuransi sepenuhnya business-to-business, pihaknya selalu berupaya memberikan dukungan optimal kepada industri asuransi yang langsung berhubungan dengan masyarakat dengan berbagai layanan dan service level yang mumpuni. "Ini karena biasanya prosedur pencairan klaim yang lama dan berbelit kerap menjadi salah satu alasan masyarakat ragu untuk berasuransi. Oleh karena itu, lewat NES, kami berupaya meminimalisasi kekhawatiran tersebut," tukasnya. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT